Senin, 28 Mei 2012

Kenalilah Aku

Pelangiku,
kenalilah musim hujan yang basah
dan kemarau yang meranggaskan daun-daun kering
di sepanjang hari dalam dua belas purnama
karena cintaku bersemi di dua musim
kenalilah gelisah angin di antara buluh-buluh bambu
yang meliuk ke kanan dan meliuk ke kiri
yang menggemerisik di antara sunyi
karena ada bisikan tentang gelisahku
ketika senja turun di bukit-bukit tak berpenghuni
ada rona yang dilukiskan pada latar langitnya
merah membara dan kadang-kadang lembayung
kenalilah warnanya yang disapukan dari rinduku
Pelangiku,,
malam-malamku adalah catatan tentang cinta
dinginnya menghangatkan dan memberi aroma rasa
aku jejaki purnama yang tenggelam di antara awan
dan aku ingin terbenam bersama cinta yang kau bawa

Minggu, 27 Mei 2012

Efflorense (Memekar..)


Teruntuk sebuah nama yang tertidur, namun gelisah dalam rindu. Teruntuk seukir senyum yang memekar, tapi tiada pernah sanggup bertahan biar tak memudar. aku mencintaimu sederas hujan, sedingin malam yang kini menyenggamai belulang. Aku mengasihimu lebih dari mentari yang berkicau di sudut pagi, yang mengeringkan embun tanpa pernah membasuh segala janji.

Derap langkahmu bergema dalam pikiran, gaung suaramu masih dapat kuhirup damai. Kasih, bila jarak yang memisahkan bukanlah alasan untuk kau rundukkan langkah, maka berilah aku ruang untuk menapak. Legam sudah jejak di rimbun tanah, aroma gerimis yang menidurkan danau, tepiannya meranggas tanpa arah. Hilang tanpa patah, merdu tanpa suara..

Bersamamu, keajaiban itu. Mendekap erat dan meruntuhkannya dalam musim. Dapatkah kau rasakan? Kebekuan dari malam-malam panjang tanpamu, seorang. Bayangku menyelinap diantara tidurmu, membelai keningmu sembari menyematkan sebuah kecupan lembut, tanpa kau sadari, sebab engkau masih sebuah mimpi..

Kan kureguk segala asa demi mendengarmu mengalunkan sepi, merubahnya menjadi sebuah melodi yang mematahkan heningnya gulita. Kau biaskan senja dari balik rerumputan, kemudian berbisik tentang sebuah masa yang samar. Ah, betapa ingin kubenamkan air mataku dipelukanmu, betapa ingin kuhujamkan cinta yang dalam ini bersama getar jantungmu..

Cinta..

Rabu, 23 Mei 2012

When you're sick..

R; iuuuhh..Nyesek bgt..
Jlebb..

Cepat sembuh, pelangiku
malam tanpa angin
tanpa bisik-bisik daun dan ranting
bila bibirmu kelu dan kering.
Cepat sembuh, pelangiku
bulan samar dan redup
cahaya terperangkap kabut
bila matamu sayu dan hening.
Cepat sembuh, pelangiku
langit kelam dan kusam
hati gelisah dan tenggelam
bila wajahmu pucat dan terbaring.
Sebutir kapsul segelas doa
sepeluk kasih sekecup sayang
semoga cepat sembuh, pelangiku
mata dan hatiku berjaga untukmu.

Jumat, 18 Mei 2012

A volcanic Love

Ada bara pada cinta yang gemuruh di jantungku.
Sebongkah niat, segunung hasrat.
Bibirku merangkum sejuta getaran dalam satu isyarat.
Lihalah pendar-pendar api di mataku.

Setiap rayu adalah aksara yang terbakar. 
Lava cinta meleleh dari matamu menuruni jurang yang membelah hatiku. 
Denyut nadi tak meredakan gejolak jantungku. 
Magma tak habishabisnya bergolak. 
Memuntahkan vulkanik rindu ke langit semesta. 
Bila debu rinduku menghalangi pandangmu,
itu semata-mata aku ingin memenuhi matamu dengan kata cinta.
Aku tak bisa berhenti menyemburkan cinta di tubuhmu, sejuta cium dan peluk, memenuhi 
lembah-lembahmu, sungai-sungai hatimu. 
Tak bisa berhenti hanyut, dalam denyut di nadimu. 
Aku meleleh dalam hidupmu. 
Menciptakan kawah-kawah rinduku yang baru..

Selasa, 08 Mei 2012

UNREQUITED LOVE

Raditia Dika :
Pada akhirnya orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak sesungguhnya kita butuhkan. dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanya merelakan. orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, Jatuh cinta sendirian..


W:
Hidup ini singkat..
Tidak ada waktu untuk meninggalkan kata-kata penting tak terkatakan

Malam Rindumu dan Pikiranku

Bulan. Bias cahaya melukis malam jadi taman. 
Kubayangkan kau di sini, di pangkuan.
Memetik angin mendawaikan lagu, seirama detak jantung memperjelas rindu. 
Pemandangan selalu lebih indah, ketika tatap matamu bersinar di pangkuan. 
Mungkin kautitipkan kerling matamu pada embun.
Kukecup keningmu pada setangkai kuntum.Jarak. 
Aku mencintaimu, maka rindu menjadi pertemuan paling indah ketika kamu tak di sisiku. 
Suaramu musik yang membebaskan aku dari sepi. 
Gemuruh. Aku dengar ombak di kejauhan, bagai ritmis jantung berdebar memecah sunyi. 
Memenuhi teluk hatiku dengan gemuruh laut yang tak pernah henti. 
Sebab hanya rindu mampu menyempurnakan percakapan kita, yang kadang tak bisa diakhiri dengan ciuman.
Malam lebih panjang. 
Memikirkan kamu seorang. 
Di balik cerahnya bintang, kaukah mengarahkan kompas hatiku. 
Untuk kutemukan doamu yang kautitipkan pada langit jauh. 
Jejakjejakmu melindungi setiap kenangan, menciptakan bayangan yang berjaga di lensa mata. 
Sungguh, aku rindu kamu..

Jumat, 04 Mei 2012

Diary

Di kertas hatiku
kamu boleh menulis apa saja
apa saja, kata-kata berserakan, catatan harian
graffiti kehidupan. Kamu
boleh mencoret-coretnya
sketsa pagi dan taman berjuta warna
senja dengan hembusan pawana
atau malam gelap gulita. Atau
menggambar jejak-jejak kita, sebuah perjalanan
musim yang silih berganti tanpa kesudahan
prasasti tentang serangkaian kisah.
Tulislah apa saja, sesukamu
hati ini adalah buku harianmu.

Selasa, 01 Mei 2012

When I saw You

Aku sedang memandangmu
di bawah bulan setengah lingkaran
membaca selaksa kata di matamu
menafsirkan sirat cinta.
Maka ketika kau memandangku
aku tahu, kau bulan yang jatuh di wajahku
kau yang selalu di wajahku
menuliskan pendarpendar cahaya
petunjuk bagi langkahku
menelusuri jalan setapak di hatimu
langit yang selalu membukakan pintu
untuk pulang kepakkepak sayapku.
Di bawah bulan yang mengambang
di pematang alis matamu
ribuan kata tertutup embun dan kulihat wajahmu
merunduk menggenggam bulir rindu.
 
Free Website templatesFree Flash TemplatesFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates