Sebongkah niat, segunung hasrat.
Bibirku merangkum sejuta getaran dalam satu isyarat.
Lihalah pendar-pendar api di mataku.
Setiap rayu adalah aksara yang terbakar.
Lava cinta meleleh dari matamu menuruni jurang yang membelah hatiku.
Denyut nadi tak meredakan gejolak jantungku.
Magma tak habishabisnya bergolak.
Memuntahkan vulkanik rindu ke langit semesta.
Bila debu rinduku menghalangi pandangmu,
itu semata-mata aku ingin memenuhi matamu dengan kata cinta.
Aku tak bisa berhenti menyemburkan cinta di tubuhmu, sejuta cium dan peluk, memenuhi
lembah-lembahmu, sungai-sungai hatimu.
Tak bisa berhenti hanyut, dalam denyut di nadimu.
Aku meleleh dalam hidupmu.
Menciptakan kawah-kawah rinduku yang baru..

0 komentar:
Posting Komentar