Senin, 09 Juli 2012

Final

Untuk orang yang aku sayang
dalam kamar kost yang kecil ini ku tuliskan
sebuah ungkapan hati dan ketulusan
tentang rasa yang lama ku pendam
lampu hanya tersorot pada sebuah lembaran
bersanding pena hitam

Dear, Rika

lama sudah kita jarang menyapa
bentang waktu yang jauh antara kita
membuat aku rindu dan terkadang gila
Sesungguhnya aku takut untuk bicara
tentang perasaan hati yang memberontak
mencari kedamaian hati dalam jiwa
dari seorang yang terkasih,yang dia cintai dengan setulus jiwa..
Aku terjerembab dalam jurang asmara..
Tapi ku tak bisa berbuat apa-apa..
Aku hanya bisa terdiam, membisu dan memandang mu dari kejauhan..
Aku memang seorang pecundang..
Aku memang tak punya keberanian..
Untuk berusaha mendapatkanmu..
Untuk bisa hidup dengan orang yang aku kasihi sepenuh hati..
Sudah lama rasa ini ku simpan
dan tak sedikitpun tergoyahkan
aku mencintaimu dengan penuh kejujuran
walaupun aku sulit dengan ungkapan lisan
Mungkin hanya lewat lembaran kusam dan blog ini
akhirnya kau tau kejujuran dari hatiku
untukmu menanam kasih sayang
Aku mencintaimu,.
Aku ingin selalu berada disisimu..
Aku akan membuat kita berbahagia..
Tolong ajari aku..
Tolong tuntun aku..
Tolong Percayai aku,
Tolong beri aku sesekali saja kesempatan
Untuk bisa mengisi hatimu dengan hatiku seorang..

I know u dont believe in me...
But trust me, one day u will know how important me in your life...
Coz i need u and i will give u everything that i can give for u...
I dont need to test u coz i believe u will believe in me with ur own way...
U dont need to worry too about me...
While i can breathe, i will take care of u every moment in ur life...
And u dont need to worry too, i usually take care of myself...
I just need more time to turn my life...
Everytime with u, it's like i'm the only one who get the happiest moment in my life...
Everytime with u, it's like the rainbow in front of me, what a beautiful...
Everytime with u, it's like i get a new power, a power that can make me walking in fire...
Everytime with u, i cant wait the day after today to see what kind of happiness that u give to me...

Minggu, 08 Juli 2012

Seikat senja tentangmu..

Hujan ini menuntunku mengingatmu
Membasahi hatiku dan merindumu
Seakan mempertegas sebuah hal
Tentang kau…..
Ini bukan sebuah ketidakadilan
Tentang yang padanya kutitipkan rindu
Tapi tak pernah menitipkan rindunya di hatiku
Bukankah merindukan terkadang lebih dari sekedar menanti?
Bukankah mencintai diam-diam lebih indah melebihi penantian?
Mari bicara tentang kenyataan
Apa yang dipikir kadang tak pernah ”terpikirkan”
Yang terulur belum tentu bersambut
Mungkin kecewa….
Tapi buat apa?
Sementara hamparan sudah terbentang jelas sebelum dilalui
Sesuatu yang tersimpan itu biarlah tetap disana
karena aku sudah berjanji untuk menjaganya
Kau boleh tunggu sampai aku bosan memagari
Dan aku menanti saat kau jenuh menunggu bosanku
Siapa yang mampu bertahan?
Kau, aku atau kita?
Atau bahkan bersama-sama akan jatuh perlahan?
Tidak akan….
Aku boleh tersungkur di tanah
Tapi tidak denganmu…
Jangan pernah…
Aku boleh tersungkur atau bahkan tak bangun lagi
Tapi yang di hati tetap ku jagai
Tak kan ada orang lain yang bisa mengambilnya
Bahkan kau sendiri…..
Tetaplah berdiri tegak dan jangan pernah tertunduk
Bahkan pada saat kau merasa tak kuat lagi
Ingatlah bulan yang kita pandangi
Karena cahayanya mampu menghangatkan kedinginan
Dan indahnya sedetik itu
Akan mampu membuatmu lebih hebat
Bahkan pada saat kau merasa sudah tak punya tenaga lagi.
Ingatlah saat itu suatu hari nanti
Sekali saja….
Biarkan aku yang mengenangnya setiap hari
Setiap detik….
Bahagiaku sudah cukup
Walau hanya melihatmu di layar ponselku.....

Sabtu, 07 Juli 2012

Life is Meaningless Without You..

Bawalah hatimu kemana saja engkau mau
sesungguhnya cinta tertulus itulah cinta sejati
Berapa banyak tempat sudah disinggahi
namun kerinduan tetap pada kampung halaman
Api kerinduan meronta ingin selalu dekat denganmu
celaan itu hanyalah sebuah kesalahan
tidaklah aku berpaling darimu karena celaan
dan tidaklah aku berpaling darimu
kecuali sementara waktu saja
Kutinggalkan yang lain sejak kukenal cinta sejati
seolah-olah bekal perjalanan yang tiada habisnya
Seumur hidup kegembiraan ini tak dapat menutupi penyesalanku
karena telah terlupa darimu.
Seribu satu bayangan menawan hati setiap malam
jatuh cinta kepada yang ini
kemudian kepada yang itu
namun keesokan hari begitu cepat melupakannya
Dahulu hatiku hampa sebelum terisi cinta kepadamu
sibuk mengingat yang lain,
terlena dalam permainan
Ketika cintamu memanggil hatiku ia membalasnya
Kulihat ia tidak lagi berpindah ke lain hati
Teruskanlah cerita ini jika engkau mau
lupakanlah jika itu memang plihanmu
hatiku tidaklah baik kecuali bersamamu
sungguh aku kehilanganmu bila aku berbohong
sungguh tiada lain didunia ini yang lebih membuatku gembira
sekiranya seluruh keindahan ada di kota ini
namun akan terasa hampa
jika engkau lenyap dari pandanganku..

Jumat, 06 Juli 2012

Melukis Puisi di Matamu

Matamu sepasang coklat tua yang teduh. 
Memandangmu, seperti rindang pepohonan di tengah kolam seroja. 
Aku tercebur. Jatuh dan mencintaimu.
Dan cinta: berpendar dalam berjuta pixel warna. 
Memancar di percik cipratan air matamu.
Dan di sejuk tatapanmu, aku melukis puisi. 
Sebab di sana ada spektrum cinta. 
Membuat rindu seteduh biru lautan yang anggun menyusun ombak gemuruh. 
Membuat kecemasan membias ungu seperti langit malam menunggu bintang-bintang berlabuh.
Membuat harapan secerah mentari di jendela subuh. 
yang membuat merah wajah kita, 
setiap kali tak dapat menahan dahsyatnya ledakan jantung. 
Dan seikat pelangi mencercahkan seluruh warna dalam satu goresan senyum.
Bulu matamu yang lepas, 
biar kujadikan kuas,
hanya agar semua terlukis seindah rindu padamu. 
Kutahu tanganku tak mampu menoreh warna
selembut tatapanmu, 
menggoreskan kata 
selembut ucapan mu. 
Tidak juga mataku 
dan tidak juga mulutku.

Kamis, 05 Juli 2012

Moon of endless love..




Takkan lama lagi, sebelum dunia berputar dalam mataku. Mengharap dengan sangat akan sebuah ruang dalam diriku, dibatas malam ketika suaramu kudendangkan. selalu saja kuharap engkau, yang bersinar tatkala kabut menentramkan. Hati yang senantiasa bimbang, kepadamu aku bertanya. Adakah diriku terluka?

Takkan pernah kusanjungkan harap ini pada tebing-tebing yang lain, sedang puncaknya telah kujamah dalam mimpi. Hening belaka tempatku bernaung, mengucap resahmu dalam desah yang kau bisikkan. Begitu indah, begitu gundah. Kapan bisa kusertai perjalananmu? aku akan menunggu,meski akan selamanya..

Takkan ragu kusamaikan cerita indah ini di lenganmu. Dan kuembankan pula kasih sayang yang tiada terkira di kedua bahumu. Tidakkah kau ingin tahu, mengapa hatiku seringkali merindu?

Ah, sudahlah. Mungkin ini memang niscaya bagiku. Pandanglah langit ketika rembulan menjadi kelabu. Saat itulah aku kehilangan warna duniaku. Lukiskan untukku sebuah pelangi di sudut bibirmu, agar ku tahu kemana harus bertemu. Aku sanggup, menaburkan pagi dan berada di sampingmu..

Saatnya kita luangkan sedikit waktu. Untuk sekali saja menatap rembulan. Pernahkah engkau bertanya mengapa ia tak jenuh berada disana? menemani pengembaraanmu sepanjang malam pada jalan-jalan terjal. Pada bukit-bukit yang kabut, pada pintu-pintu yang tutup dan pada cinta-cinta yang diam. Pada gersangnya padang hatimu yang selalu mendentingkan kebahagiaan.

Dengan separuh nafas yang kutitipkan, harusnya  aku mendamba. Tak mengasingkan rindu dalam relung jiwa yang kita sandarkan kepada hujan. Gerimis pun mengukir garis-garis cerita. Pada bebatuan, pada embun dan kasihNya yang menerangimu tiada henti. Masihkah kau rasakan?
Takkan kuakhiri engkau dalam sanubari.

Di beranda engkau menyematkan purnama. Tanpa siapapun, kau suburkan halaman rumahku hingga penuh kebahagiaan. Ternyata masih ada yang lebih tangguh dari kerasnya hidup yang pernah kusaksikan dahulu. Dari sosok selembut engkau, aku belajar untuk kuat..

Mungkin engkau bukanlah embun yang pertama terbit di terali pagiku, bahkan menghuninya. Tapi engkau telah membawaku kembali dalam pelukan yang tak hanya menyadarkanku, tapi juga mencairkanku. Lewat tepian yang tak terlihat, engkau menjadikan segalanya begitu sempurna. Memupuskan kenanganku tentang padang rumput yang menghijau, hingga aku tak perlu bimbang untuk berkata..

Aku Mencintaimu....

Rabu, 04 Juli 2012

Dengan Apakah Harus Kutuntaskan Puisi

Dengan apakah harus kutuntaskan puisi
dengan menggoreskan luka di jari agar mengalir darahku
hingga setiap kata berdebar seperti jantungku.
Atau
dengan tetesan keringat yang membungkus punggungku
agar tahu puisi adalah kerja keras mencangkul di tanah cadas
setiap kata tumbuh dari ketulusan berkarya.
Atau
dengan airmata yang meloncat-loncat seperti huruf-huruf di papan ketik
mengikuti apa saja yang aku tulis, ia seperti sebuah perasaan
meloncat-loncat di dalam hati lalu meloncat keluar sebagai airmata.
Atau
dengan langkah-langkah kita menyeberangi jembatan ke jembatan
yang menyatukan seluruh musim dalam peta perjalanan
setiap kata adalah petunjuk di mana kita hadir bersama.
Atau
dengan senyuman yang membuat indah setiap pertemuan
dan pelukan hangat yang menyudahi setiap inci jarak.
setiap kata adalah perekat nafas kita ke dalam satu makna.
Atau
dengan ciuman sebagai tanda petik setiap kalimat cinta
kalimat yang melahirkan sajak-sajak yang mengalirkan sajak-sajak
sebab cinta tak pernah kehabisan sajak.

Selasa, 03 Juli 2012

Kalimat yang Tersembunyi

Bumi berputar tanpa suara
rembulan bersinar diam-diam
bintang-bintang berpendar tanpa nujum kata
malam bergeser tanpa gemuruh.
Kadang bibir tertutup rapat
kadang lidah kaku terlipat
kadang katakata hilang tersembunyi
tangan tak dapat menulis perasaan yang terkunci.
Kutatap matamu
terjun ke palung hatimu
Dan sejuta kalimat cinta
tak terucapkan olehku.

Senin, 02 Juli 2012

Pada Sosok yang Tak Semestinya


Seuntai nada sebelum tidur
mengantarkanku padamu
Entah di lelap yang mana
Atau mungkin kita berpaut nyata

Pada seberkas gema
Apakah kau mendengarnya juga?
begitu indah damai menyapa
Namun mengapa teramat jauh?

Bisakah esok datang terlambat?
Aku ingin sejenak meluapkan rindu
Pada sosok yang tak semestinya,
mungkin, kata mereka..

Aku ingin melepas gelisah
Sebelum hari mendendangkan kicaunya
Sebelum jingga kembali mengembara
Sebelum tiba saatnya..

Minggu, 01 Juli 2012

Sea

 *Suatu senja di Pantai Marina

Laut adalah gulungan hatimu di mana ombak-ombaknya kau jelmakan dalam getar,
menghanyutkan perahu jiwaku berlayar mengarungi dekapanmu yang tanpa akhir,
selalu bergemuruh menghempaskan cumbu pada karang rindu
di mana hasrat membuncah berderaian menjadi buih-buih kerling di sudut matamu.

Kerdip matamu ombak yang mengubah pasir pantai menjadi lembaran kertas putih dengan satu pesan:
laut adalah jalan hidupmu,
arungilah ia agar tak beku,
agar menjadi hangat bagai setangkup dekap.
Lalu kujalani laut,
laut pun menjadi genangan tinta biru yang tanpa bosan menuliskan bisik cinta di pesisir hatiku...
 
Free Website templatesFree Flash TemplatesFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates