Kamis, 05 Juli 2012

Moon of endless love..




Takkan lama lagi, sebelum dunia berputar dalam mataku. Mengharap dengan sangat akan sebuah ruang dalam diriku, dibatas malam ketika suaramu kudendangkan. selalu saja kuharap engkau, yang bersinar tatkala kabut menentramkan. Hati yang senantiasa bimbang, kepadamu aku bertanya. Adakah diriku terluka?

Takkan pernah kusanjungkan harap ini pada tebing-tebing yang lain, sedang puncaknya telah kujamah dalam mimpi. Hening belaka tempatku bernaung, mengucap resahmu dalam desah yang kau bisikkan. Begitu indah, begitu gundah. Kapan bisa kusertai perjalananmu? aku akan menunggu,meski akan selamanya..

Takkan ragu kusamaikan cerita indah ini di lenganmu. Dan kuembankan pula kasih sayang yang tiada terkira di kedua bahumu. Tidakkah kau ingin tahu, mengapa hatiku seringkali merindu?

Ah, sudahlah. Mungkin ini memang niscaya bagiku. Pandanglah langit ketika rembulan menjadi kelabu. Saat itulah aku kehilangan warna duniaku. Lukiskan untukku sebuah pelangi di sudut bibirmu, agar ku tahu kemana harus bertemu. Aku sanggup, menaburkan pagi dan berada di sampingmu..

Saatnya kita luangkan sedikit waktu. Untuk sekali saja menatap rembulan. Pernahkah engkau bertanya mengapa ia tak jenuh berada disana? menemani pengembaraanmu sepanjang malam pada jalan-jalan terjal. Pada bukit-bukit yang kabut, pada pintu-pintu yang tutup dan pada cinta-cinta yang diam. Pada gersangnya padang hatimu yang selalu mendentingkan kebahagiaan.

Dengan separuh nafas yang kutitipkan, harusnya  aku mendamba. Tak mengasingkan rindu dalam relung jiwa yang kita sandarkan kepada hujan. Gerimis pun mengukir garis-garis cerita. Pada bebatuan, pada embun dan kasihNya yang menerangimu tiada henti. Masihkah kau rasakan?
Takkan kuakhiri engkau dalam sanubari.

Di beranda engkau menyematkan purnama. Tanpa siapapun, kau suburkan halaman rumahku hingga penuh kebahagiaan. Ternyata masih ada yang lebih tangguh dari kerasnya hidup yang pernah kusaksikan dahulu. Dari sosok selembut engkau, aku belajar untuk kuat..

Mungkin engkau bukanlah embun yang pertama terbit di terali pagiku, bahkan menghuninya. Tapi engkau telah membawaku kembali dalam pelukan yang tak hanya menyadarkanku, tapi juga mencairkanku. Lewat tepian yang tak terlihat, engkau menjadikan segalanya begitu sempurna. Memupuskan kenanganku tentang padang rumput yang menghijau, hingga aku tak perlu bimbang untuk berkata..

Aku Mencintaimu....

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website templatesFree Flash TemplatesFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates