Kamis, 26 April 2012

Want Once Poetry Writing

Ingin sekali menulis puisi pada lembaran awan
angin menggiringnya ke pinggir senja
mengubahnya menjadi hujan
kubayangkan engkau di sana, duduk menanti
seikat pelangi yang kuuntai.
Ingin sekali menulis puisi di atas gelombang laut
arus menghanyutkan ke celah teluk
merombaknya jadi ombak bertaut
kubayangkan engkau di sana, duduk menanti
riak rindu yang kurangkai.
Ingin sekali menulis puisi dalam keheningan
malam melarutkan dalam tidurmu
menjadikannya mimpi indah
kubayangkan engkau di sini, rebah dalam dekapan
menyimak kalimat cinta terhampar di dada.

Rabu, 25 April 2012

Kata Pengantar Sebelum Tidur

Aku tak bisa menyusun kata
penutup yang indah
untuk mengakhiri percakapan
hanya bisa kutatap matamu
sampai embun.
Bahkan bintang-bintang telah
bergugur
tetapi aku enggan tidur
sibuk menganyam bait demi bait kasih di rambutmu
seribu musim merajut singgasana
di atas kelambu
bukankah malam adalah istana
tempat paling megah
di atas bumi
engkau dan aku selalu bersanding
berbagi cerita berbagi puisi
berbagi mimpi

Kamis, 19 April 2012

Lelaki Untukmu..

Mungkin memang salah rasa yang terpatri,
Mungkin memang hakikat aral tak kuasa terhenti
Cinta bukanlah sekedar kata..
Ia hadir bahkan saat memejamkan mata
Pernah ingin kulupa satu masa
Namun tak bisa…
Padahal aku tahu kau jiwaku
Padahal kau tahu aku detak jantungmu..
Telah ada cinta disana..
Mencorak indah dibatas cakrawala
……………………………………………
“Saat ini aku hanya ingin berada di dekatmu..
Dalam doaku nanti kau kembali
Sebab melati menggenang air mata
Dan bahagia ini takkan sempurna
Kau masih ingat saat kita mengajak kabut bermain?
Saat kita berlari dan mentari menjemputku pulang?
Air mata kita menjadi embun..
Jatuh diantara pucuk-pucuk dedaunan..”
Sajak itu kutulis 3 bulan yang lalu, entah untuk siapa.Sejak saat itu hidupku hanyalah harap, tidur dan bermimpi, atau bangun dan mengejar mimpi-mimpi itu. Saat itulah aku sadar, bahwa nanti atau bahkan hari ini, segalanya telah hilang dan waktu kan memulai segalanya.

Maaf, mungkin saat itu aku tak berani mencinta. Mungkin saat itu aku masih ragu, namun jujur aku tahu, aku membutuhkanmu. Jauh melebihi apapun, sebab bertahun-tahun hati ini beku. Kau tahu, bahkan bagimu kurela mempersembahkan lentera yang menghangatkan hatiku. Karena sungguh selalu ada kebekuan disana. , sebab lenteraku disulut gelembung cinta yang sama.

Hingga akhirnya tanyaku merapat pada sebuah dermaga, dimana rindu terjawab dan malam menggenapi purnama. Saat nirwana membuka pintu-pintu langit utara, dan senja menyiram merpati dengan kemilaunya. Entah, aku merasa damai disini, padahal tak sebanding dengan kejora-kejora yang sempat kulayari. Biarlah, bila penderitaan ini tak seharusnya kulayani. Yang kutahu aku bahagia, itu saja.

Jujur, terkadang rasa ini sempat singgah. Namun kutahu kemana aku seharusnya kembali. Hingga suatu hari kusulam kelopak-kelopak mawar tuk selimuti mimpimu. ya… bahkan dalam lelap mampu kuutarakan semuanya. Itulah sebab mengapa aku memilihmu sebagai pendamping, bukan teman…



Jangan kau tanya mengapa temaram ini cepat sekali berlalu, kuyakin kau tahu batas sabar yang tak lagi dapat kubendung. Bersamamu, selalu… mungkin jua telah tertaut sejak dulu,. Ingin sekali rasanya menangis bahagia, namun itu takkan pernah cukup. Kutahu rasaku salah, namun aku takkan mau mengerti

aku mencintaimu dan itu telah cukup. takkan kucoba tuk berubah apalagi meninggalkanmu.

Dapatkah kau rasakan aku di pelukanmu? aku disana sekarang, :’D

setidaknya… aku berharap ada disana.. :’(

Aku ingin menjadi insan yang kau rindu, seorang lelaki yang mampu menjagamu tanpa rasa takut. Tanpa ragu akan waktu yang pasti kan memisahkan kita satu demi satu. Biarkan aku tinggal, Kan kudekap batinmu dan berbisik tegar “kita akan bahagia, Kita pasti bahagia suatu hari nanti, percayalah..” aku tahu, saat-saat itu takkan pernah ada… aku tahu takkan bisa mendiami gema hatinya selamanya.

Ia milik orang lain …. Bukan aku..



”Besok kapalku kan berlayar lagi” bisikku sambil membelai rambutnya malam itu.


Mungkin nanti, kau kan temukan jalan untuk kembali. Begitu juga aku. mungkin takkan kau lihat lagi aku di persimpangan jalan, Yang menunggumu dengan mata berbinar. . Mungkin takkan ada lagi malam yang berpuisi untuk tidurmu, Dan mungkin takkan ada lagi kisah terindah layaknya dulu. Namun, kan selalu ada hati yang tak henti merajut rindu dalam doamu, percayalah..

Dan musim ini telah tiba, hari terakhirku rapatkan redup mataku. Kutitip hati ini, biarkan ia merekam doamu, Dan aku pun akan merasakannya, suatu hari di tempat yang kita tak tahu…

Selasa, 17 April 2012

Menjadi Embun di Sudut Matamu

Malam di sisimu
terjaga dengan ciuman semerah saga
seolah mimpi baru dimulai
mentari bergelayut di dedaunan
kamu bergelayut di dada
menyeduhkan dekap kehangatan
lihatlah, embun di lengkung kelopak mawar
berkilau menjelma bianglala.
Secercah pagi
kuyakinkan padamu dalam bingkai jendela
seberkas sinar kubukakan untukmu
langit menghamparkan lembaran biru di kakimu
padang sajadah, tempat doadoa ditanam diranumkan
tempat langkah kita tumbuh menjadi ilalang cahaya
bunganya bertaburan memenuhi semesta.
Lihatlah
burungburung berterbangan itu
ramai berebut cahaya
bukankah nyanyiannya senantiasa kita dengar
di saat fajar?

Minggu, 08 April 2012

Journey to the heart

Rerumputan menyirat
jejakjejakmu jadi jalan setapak
Aku menuju hatimu dengan setangkai sajak
yang kupetik dari perjalanan berliku
bukankah selalu kutanam perdu
penawar rindu.
Embun-embun menyukai telanjang tapak kakimu
ketika kau melintas jalan setapak
rerumputan menjaga jejakmu tetap basah
seperti butir airmata yang enggan jatuh dari bulumatamu
bagaimana pun aku memunguti jejak itu
menyimpannya dalam sebuah sajak
lalu kuikuti ke mana kata pergi mengembara.
Bukankah hatimu kampung halaman
dari seluruh sajakku
tempat aku mengembara dengan segala perbekalan
Cinta.

Sabtu, 07 April 2012

Untitled..




Kulangkahkan segenap ragu ini,rasa ini sungguh rumit adanya
Mungkin aku salah..
maafkan aku bila aku mencintaimu..

Asa itu datang,dan aku merasa bahwa aku harus tetap menulis..menggoreskan semua perasaan yang aku sendiripun tak tahu,dan aku berharap akan ada makna yang kudapat dari goresan samar itu.

Aku akan terus mencarimu..

Mungkin air mataku takkan pernah cukup dan utuh.. Bagimu,semilir angin kecil yang mengingatkanku tentang sebuah senja di sudut petang yang daunnya berguguran.Tentang luasnya langit kebahagiaan yang hilang memudar..lepas.Mengering dan jatuh di pelukan malam yang detaknya berhenti.dimana seorang hamba berdo`a tanpa henti... mempersembahkan hati dan tangisnya .. serta yang terbaik yang ia punya hingga tak lagi tersisa apa-apa...

Doa yang berlepas meninggalkannya dengan bimbang..
Usah kau risau,gumamnya...
Langit telah letih menunggumu..
Kembalilah padanya...

Atas nama ketulusan ia mencinta,memberi segenap kekuatan yang belum tersampaikan..
Agar tak menjadi sebuah kesia-siaan yang mungkin bisa ia rasakan..

Jendelaku begitu berkabut pagi ini.. masih adakah setetes gerimis yang mengembuninya.. sebagaimana dulu saat kau membersihkan dedaunan di sela pedihnya malam, diantara risauku yang tak kunjung padam dalam remangnya lilin di rumahmu.. Aku hanya ingin memejamkan mata untuk selalu menyayangimu.. Mungkin kau tak ingat betapa bahagianya aku saat melihat kau tersenyum.Waktu adalah cerita yang harus pergi.meski kita telah menitipkan begitu banyak keajaiban kecil yang membuat kita mampu tertawa.Dalam harap,dalam diam.. kita tak pernah tahu mengapa kita terluka.

Hingga suatu hari kita jatuh dan amat terluka. Saat itu aku sadar bahwa kita tak lagi bersama.Tak ada orang di sampingku,yang selalu memapah pundakku sambil tersenyum.Membagi seluruh kekuatannya agar aku bisa bertahan.Terkadang aku merasa begitu kecil di depanmu.Sedangkan diri tak memiliki apa-apa untuk berbagi denganmu.Hanya jemari yang tulus menggores namamu pada tiap sudut kertas hariku yang kelabu.Tinta emas yang kugores jauh di senja itu,adalah waktu kita.. kini tak kukenali lagi rintiknya yang hening.Ia tak berbicara apa-apa.Juga tentang masa lalu kita.Dan aku tahu ia menangis atas hilangnya segaris tawa yang selalu mengisi kekosongan warna dan seburat awannya yang rapuh..Pulanglah,Rika... mereka menunggumu...

Semilir yang beku.Tak membisikkan takdir yang harus kulepas hari ini.
Tidak,aku takkan lelah menunggu,Pelangiku... aku akan selalu menunggumu...
Dalam sunyi lorong kepedihan,
Aku akan menangis...
Jika itu bisa membuat hatiku tenang..lalu akan kuserahkan semua padaNya.. hanya Dia yang bisa melahirkan kembali keajaiban-keajaiban kecil itu...
Kembali pada kita yang kini telah dewasa.yang telah mengerti bagaimana rasanya kehilangan segalanya. Gitar tua yang kumiliki telah banyak bercerita.Kadangkala aku memetiknya tanpa sadar.walau aku tak tahu bagaimana cara memainkannya.Begitu hening..
seutas dawai yang harus terputus di tengahnya..

Sungguh tak ingin ku menjauh selangkahpun dari kabut itu.Meski mataku telah perih, aku kan tetap bertahan untukmu.Dan segala yang kita janjikan akan selalu aku ingat.Aku benar-benar ingin sekali menoleh sejenak ke belakang.Berharap ilalang di tanganmu berkibar dan menerbangkan awan-awan putih yang kembali tumbuh di rerumputan.Memberi kehidupan bagi bumi yang tak lagi disinari pagi.Semoga apa yang menjadi harapan kita saat ini,dapat memberi sesuatu yang semua manusia harapkan...

kau tak pernah tahu bahwa aku pernah melihatmu menangis.Mengapa tak pernah kau tunjukkan air matamu padaku? Aku tahu,mungkin kamu tak ingin melihatku ikut bersedih.Tapi aku ada...Aku akan selalu ada dan itu hanya kulakukan untukmu.Mungkin,aku memang bukan orang yang baik.Tapi Aku hanya ingin memberikan semua yang bisa kuberikan untukmu..
Demi bahagiamu..

Jangan pernah berhenti untuk terus menata bintang.Menggoreskan gerimis-gerimis kecil di telapak tangan karena kita tahu bahwa suatu hari kita akan lupa. Pada senja, dan ranting yang mengering dalam coretan dedaunan. Waktu kiita mungkin nanti akan tiada,dan mungkin tempat kita kan berbeda.. Aku merindukanmu seperti aku merindukan surga dalam purnama yang terlupa.Hilang dalam ingatanku yang selalu terhapus oleh tangismu.

Esok hari..
Mungkin aku akan beranjak pergi.Bukan untuk melupakanmu.Tapi untuk mencarimu.
Aku takkan memutuskan dawai itu lagi.Kali ini aku harus mencari ombak untuk menyatukannya.Meski fajar mungkin tidak merestui kepergianku.Karena Ia tahu bahwa aku mungkin akan gagal..Ia tahu bahwa ia takkan bisa mendengar suara kita yang bergema dalam kesunyian lagi.

Ya Tuhan,berikanlah kebahagiaanMu pada suara kecilku yang memanggil namanya.Kuatkan hatiku untuk selalu tersenyum seperti dulu,. Karena itulah bekal yang dapat aku tunjukan saat aku menemukannya..
Dan aku akan merasa sangat bahagia,karena apa yang tersisa dari sayap kupu-kupu itu,kini telah menjelma embun yang menyejukkan dirinya..

kubalikkan tubuhku sejenak.Kutatap kembali bangunan ibadah yang megah itu dengan pedih. Bangunan itu pernah mendengar suara kita beberapa waktu yang lalu.Dan mungkin ia masih menyimpannya..entah di sela kaca dan langit-langitnya yang berkilau,entah di lembaran buku kisah yang tak pernah selesai kutuliskan.Hingga kini sang putih berubah hitam kecoklatan.Mataku mengembun...

Alam mengiringi kepergianku dengan diam.Pepohonan merunduk,ayunan di dahannya berhenti berayun,angin bertiup pelan menerpa wajahku yang tersenyum beku.. "aku akan merindukan kamu.." gumamku. Tapi alam tetap diam.. aku menundukkan wajahku dalam-dalam dan menangis.Gerimis perlahan turun mengusap air mataku.. "jangan menangis" bisiknya. Aku akan menemanimu sampai nanti.. , aku,kamu,dia,senja dan juga mentari itu.Bukankah kita pernah bermain bersama-sama dulu?Sehinga kita menyebut dia Pelangi? Karena Dialah yang mengindahkan hidupmu dengan warna cantiknya..
Aku mencoba tersenyum,tapi air mata itu masih terus mengalir..
Gerimis tersenyum dan perlahan berhenti..
selamat tinggal,Pelangiku..
semoga kau menemukan kebahagiaanmu di sana...
aku akan terus mencari dan menunggumu dalam rindu.
Sebuah pengorbanan yang tulus untuk seraut Warna yang semu..
Di tempat yang aku dan mereka pun tak tahu..
dan bila suatu saat kita tak lagi bisa bertemu,..
Pelangiku...
izinkan aku menangis untuk selalu mengingatmu...

Rindu dalam diam


Kubaca petikan sebuah kisah, tentang kita yang t`lah lama tercatat, namun tak pernah kutuliskan...
Tak ada yang tahu sebab takdir digariskan, sebab do`a dipanjatkan dengan penuh ketabahan..
Mewarnai langit subuh tanpa bintang berembun kabut...
Mengeja langkah udara senja yang pergi menjauh….

Mentari menabur cahaya pada kelopak anggrek putih...
Yang menangis karena mimpi akan tiada yang abadi..
Tak setangkai pun heningnya mati..
Terjaga, jatuh, dan berdiri kembali...

Tersenyumlah meski raut ku tiada kau lihat...
Pelangiku,
Aku merindukanmu disini.....

Bertaburan layaknya awan-awan pagi..
Menembus rasa menebar cinta dalam kata..
Nafasku ini milikNya..
Namun telah kubagi separuh untukmu, pelangiku...

Dan saat inilah...
Waktu diriku bernostagia...

Meniup sisa kenangan lembar demi lembar..
Jatuh ke peraduan yang entah kan berdentang
Kisah tentang kerinduan , air mata dan kebahagiaan
Kini hanya dapat aku impikan...

Pantaskah hariku berharap?
Layakkah malam yang meratap.
Mengayunkan langkah dalam rentangan yang terlepas..
Tersembunyi dalam samudra tak berbatas...
Tak terlihat dalam keruh menghitam angkasa..

Aku merindukanmu
Meski rindu ini terdiam tak tersampaikan…

Jumat, 06 April 2012

Dont Fear


Aku takkan berdusta, bahwa memang kidungku menjelma nyata. Aku takkan berbohong, walau seribu tanya menghunus raga. Disini bukan tempatnya, bukan udara untukku beristirahat dan menghentikan cerita. Sekarang bukan waktunya, bukan saatnya untuk berdiam dan meragu akan segala langkah yang ingin kupercaya. Aku akan berlari menembus mimpi. Tiada jemari yang kan runtuh dan hanyut dalam sungai yang bermuara kedalam kegelapan. aku akan menciptakan cahaya, agar kita tak perlu takut..

 Meski tampaknya senja mulai larut, kan kubawa keteduhan itu kembali padamu. Agar diantara kita tak perlu ada yang pergi, dan meninggalkan kenangan di pelabuhan tua ini..


Aku akan mencintaimu,Kapanpun itu..
 
Free Website templatesFree Flash TemplatesFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates