Mungkin memang salah rasa yang terpatri,
Mungkin memang hakikat aral tak kuasa terhenti
Cinta bukanlah sekedar kata..
Ia hadir bahkan saat memejamkan mata
Pernah ingin kulupa satu masa
Namun tak bisa…
Padahal aku tahu kau jiwaku
Padahal kau tahu aku detak jantungmu..
Telah ada cinta disana..
Mencorak indah dibatas cakrawala
……………………………………………
“Saat ini aku hanya ingin berada di dekatmu..
Dalam doaku nanti kau kembali
Sebab melati menggenang air mata
Dan bahagia ini takkan sempurna
Kau masih ingat saat kita mengajak kabut bermain?
Saat kita berlari dan mentari menjemputku pulang?
Air mata kita menjadi embun..
Jatuh diantara pucuk-pucuk dedaunan..”
Sajak itu kutulis 3 bulan yang lalu, entah untuk siapa.Sejak saat itu hidupku hanyalah harap, tidur dan bermimpi, atau bangun dan mengejar mimpi-mimpi itu. Saat itulah aku sadar, bahwa nanti atau bahkan hari ini, segalanya telah hilang dan waktu kan memulai segalanya.
Maaf, mungkin saat itu aku tak berani mencinta. Mungkin saat itu aku masih ragu, namun jujur aku tahu, aku membutuhkanmu. Jauh melebihi apapun, sebab bertahun-tahun hati ini beku. Kau tahu, bahkan bagimu kurela mempersembahkan lentera yang menghangatkan hatiku. Karena sungguh selalu ada kebekuan disana. , sebab lenteraku disulut gelembung cinta yang sama.
Hingga akhirnya tanyaku merapat pada sebuah dermaga, dimana rindu terjawab dan malam menggenapi purnama. Saat nirwana membuka pintu-pintu langit utara, dan senja menyiram merpati dengan kemilaunya. Entah, aku merasa damai disini, padahal tak sebanding dengan kejora-kejora yang sempat kulayari. Biarlah, bila penderitaan ini tak seharusnya kulayani. Yang kutahu aku bahagia, itu saja.
Jujur, terkadang rasa ini sempat singgah. Namun kutahu kemana aku seharusnya kembali. Hingga suatu hari kusulam kelopak-kelopak mawar tuk selimuti mimpimu. ya… bahkan dalam lelap mampu kuutarakan semuanya. Itulah sebab mengapa aku memilihmu sebagai pendamping, bukan teman…
Jangan kau tanya mengapa temaram ini cepat sekali berlalu, kuyakin kau tahu batas sabar yang tak lagi dapat kubendung. Bersamamu, selalu… mungkin jua telah tertaut sejak dulu,. Ingin sekali rasanya menangis bahagia, namun itu takkan pernah cukup. Kutahu rasaku salah, namun aku takkan mau mengerti
aku mencintaimu dan itu telah cukup. takkan kucoba tuk berubah apalagi meninggalkanmu.
Dapatkah kau rasakan aku di pelukanmu? aku disana sekarang, :’D
setidaknya… aku berharap ada disana.. :’(
Aku ingin menjadi insan yang kau rindu, seorang lelaki yang mampu menjagamu tanpa rasa takut. Tanpa ragu akan waktu yang pasti kan memisahkan kita satu demi satu. Biarkan aku tinggal, Kan kudekap batinmu dan berbisik tegar “kita akan bahagia, Kita pasti bahagia suatu hari nanti, percayalah..” aku tahu, saat-saat itu takkan pernah ada… aku tahu takkan bisa mendiami gema hatinya selamanya.
Ia milik orang lain …. Bukan aku..
”Besok kapalku kan berlayar lagi” bisikku sambil membelai rambutnya malam itu.
Mungkin nanti, kau kan temukan jalan untuk kembali. Begitu juga aku. mungkin takkan kau lihat lagi aku di persimpangan jalan, Yang menunggumu dengan mata berbinar. . Mungkin takkan ada lagi malam yang berpuisi untuk tidurmu, Dan mungkin takkan ada lagi kisah terindah layaknya dulu. Namun, kan selalu ada hati yang tak henti merajut rindu dalam doamu, percayalah..
Dan musim ini telah tiba, hari terakhirku rapatkan redup mataku. Kutitip hati ini, biarkan ia merekam doamu, Dan aku pun akan merasakannya, suatu hari di tempat yang kita tak tahu…