Kubaca petikan sebuah kisah, tentang kita yang t`lah lama tercatat, namun tak pernah kutuliskan...
Tak ada yang tahu sebab takdir digariskan, sebab do`a dipanjatkan dengan penuh ketabahan..
Mewarnai langit subuh tanpa bintang berembun kabut...
Mengeja langkah udara senja yang pergi menjauh….
Mentari menabur cahaya pada kelopak anggrek putih...
Yang menangis karena mimpi akan tiada yang abadi..
Tak setangkai pun heningnya mati..
Terjaga, jatuh, dan berdiri kembali...
Tersenyumlah meski raut ku tiada kau lihat...
Pelangiku,
Aku merindukanmu disini.....
Bertaburan layaknya awan-awan pagi..
Menembus rasa menebar cinta dalam kata..
Nafasku ini milikNya..
Namun telah kubagi separuh untukmu, pelangiku...
Dan saat inilah...
Waktu diriku bernostagia...
Meniup sisa kenangan lembar demi lembar..
Jatuh ke peraduan yang entah kan berdentang
Kisah tentang kerinduan , air mata dan kebahagiaan
Kini hanya dapat aku impikan...
Pantaskah hariku berharap?
Layakkah malam yang meratap.
Mengayunkan langkah dalam rentangan yang terlepas..
Tersembunyi dalam samudra tak berbatas...
Meniup sisa kenangan lembar demi lembar..
Jatuh ke peraduan yang entah kan berdentang
Kisah tentang kerinduan , air mata dan kebahagiaan
Kini hanya dapat aku impikan...
Pantaskah hariku berharap?
Layakkah malam yang meratap.
Mengayunkan langkah dalam rentangan yang terlepas..
Tersembunyi dalam samudra tak berbatas...
Tak terlihat dalam keruh menghitam angkasa..
Aku merindukanmu
Meski rindu ini terdiam tak tersampaikan…

0 komentar:
Posting Komentar