Kulangkahkan segenap ragu ini,rasa ini sungguh rumit adanya
Mungkin aku salah..
maafkan aku bila aku mencintaimu..
Asa itu datang,dan aku merasa bahwa aku harus tetap menulis..menggoreskan semua perasaan yang aku sendiripun tak tahu,dan aku berharap akan ada makna yang kudapat dari goresan samar itu.
Aku akan terus mencarimu..
Mungkin air mataku takkan pernah cukup dan utuh.. Bagimu,semilir angin kecil yang mengingatkanku tentang sebuah senja di sudut petang yang daunnya berguguran.Tentang luasnya langit kebahagiaan yang hilang memudar..lepas.Mengering dan jatuh di pelukan malam yang detaknya berhenti.dimana seorang hamba berdo`a tanpa henti... mempersembahkan hati dan tangisnya .. serta yang terbaik yang ia punya hingga tak lagi tersisa apa-apa...
Doa yang berlepas meninggalkannya dengan bimbang..
Usah kau risau,gumamnya...
Langit telah letih menunggumu..
Kembalilah padanya...
Atas nama ketulusan ia mencinta,memberi segenap kekuatan yang belum tersampaikan..
Agar tak menjadi sebuah kesia-siaan yang mungkin bisa ia rasakan..
Jendelaku begitu berkabut pagi ini.. masih adakah setetes gerimis yang mengembuninya.. sebagaimana dulu saat kau membersihkan dedaunan di sela pedihnya malam, diantara risauku yang tak kunjung padam dalam remangnya lilin di rumahmu.. Aku hanya ingin memejamkan mata untuk selalu menyayangimu.. Mungkin kau tak ingat betapa bahagianya aku saat melihat kau tersenyum.Waktu adalah cerita yang harus pergi.meski kita telah menitipkan begitu banyak keajaiban kecil yang membuat kita mampu tertawa.Dalam harap,dalam diam.. kita tak pernah tahu mengapa kita terluka.
Hingga suatu hari kita jatuh dan amat terluka. Saat itu aku sadar bahwa kita tak lagi bersama.Tak ada orang di sampingku,yang selalu memapah pundakku sambil tersenyum.Membagi seluruh kekuatannya agar aku bisa bertahan.Terkadang aku merasa begitu kecil di depanmu.Sedangkan diri tak memiliki apa-apa untuk berbagi denganmu.Hanya jemari yang tulus menggores namamu pada tiap sudut kertas hariku yang kelabu.Tinta emas yang kugores jauh di senja itu,adalah waktu kita.. kini tak kukenali lagi rintiknya yang hening.Ia tak berbicara apa-apa.Juga tentang masa lalu kita.Dan aku tahu ia menangis atas hilangnya segaris tawa yang selalu mengisi kekosongan warna dan seburat awannya yang rapuh..Pulanglah,Rika... mereka menunggumu...
Semilir yang beku.Tak membisikkan takdir yang harus kulepas hari ini.
Tidak,aku takkan lelah menunggu,Pelangiku... aku akan selalu menunggumu...
Dalam sunyi lorong kepedihan,
Aku akan menangis...
Jika itu bisa membuat hatiku tenang..lalu akan kuserahkan semua padaNya.. hanya Dia yang bisa melahirkan kembali keajaiban-keajaiban kecil itu...
Jika itu bisa membuat hatiku tenang..lalu akan kuserahkan semua padaNya.. hanya Dia yang bisa melahirkan kembali keajaiban-keajaiban kecil itu...
Kembali pada kita yang kini telah dewasa.yang telah mengerti bagaimana rasanya kehilangan segalanya. Gitar tua yang kumiliki telah banyak bercerita.Kadangkala aku memetiknya tanpa sadar.walau aku tak tahu bagaimana cara memainkannya.Begitu hening..
seutas dawai yang harus terputus di tengahnya..
Sungguh tak ingin ku menjauh selangkahpun dari kabut itu.Meski mataku telah perih, aku kan tetap bertahan untukmu.Dan segala yang kita janjikan akan selalu aku ingat.Aku benar-benar ingin sekali menoleh sejenak ke belakang.Berharap ilalang di tanganmu berkibar dan menerbangkan awan-awan putih yang kembali tumbuh di rerumputan.Memberi kehidupan bagi bumi yang tak lagi disinari pagi.Semoga apa yang menjadi harapan kita saat ini,dapat memberi sesuatu yang semua manusia harapkan...
kau tak pernah tahu bahwa aku pernah melihatmu menangis.Mengapa tak pernah kau tunjukkan air matamu padaku? Aku tahu,mungkin kamu tak ingin melihatku ikut bersedih.Tapi aku ada...Aku akan selalu ada dan itu hanya kulakukan untukmu.Mungkin,aku memang bukan orang yang baik.Tapi Aku hanya ingin memberikan semua yang bisa kuberikan untukmu..
seutas dawai yang harus terputus di tengahnya..
Sungguh tak ingin ku menjauh selangkahpun dari kabut itu.Meski mataku telah perih, aku kan tetap bertahan untukmu.Dan segala yang kita janjikan akan selalu aku ingat.Aku benar-benar ingin sekali menoleh sejenak ke belakang.Berharap ilalang di tanganmu berkibar dan menerbangkan awan-awan putih yang kembali tumbuh di rerumputan.Memberi kehidupan bagi bumi yang tak lagi disinari pagi.Semoga apa yang menjadi harapan kita saat ini,dapat memberi sesuatu yang semua manusia harapkan...
kau tak pernah tahu bahwa aku pernah melihatmu menangis.Mengapa tak pernah kau tunjukkan air matamu padaku? Aku tahu,mungkin kamu tak ingin melihatku ikut bersedih.Tapi aku ada...Aku akan selalu ada dan itu hanya kulakukan untukmu.Mungkin,aku memang bukan orang yang baik.Tapi Aku hanya ingin memberikan semua yang bisa kuberikan untukmu..
Demi bahagiamu..
Jangan pernah berhenti untuk terus menata bintang.Menggoreskan gerimis-gerimis kecil di telapak tangan karena kita tahu bahwa suatu hari kita akan lupa. Pada senja, dan ranting yang mengering dalam coretan dedaunan. Waktu kiita mungkin nanti akan tiada,dan mungkin tempat kita kan berbeda.. Aku merindukanmu seperti aku merindukan surga dalam purnama yang terlupa.Hilang dalam ingatanku yang selalu terhapus oleh tangismu.
Esok hari..
Mungkin aku akan beranjak pergi.Bukan untuk melupakanmu.Tapi untuk mencarimu.
Jangan pernah berhenti untuk terus menata bintang.Menggoreskan gerimis-gerimis kecil di telapak tangan karena kita tahu bahwa suatu hari kita akan lupa. Pada senja, dan ranting yang mengering dalam coretan dedaunan. Waktu kiita mungkin nanti akan tiada,dan mungkin tempat kita kan berbeda.. Aku merindukanmu seperti aku merindukan surga dalam purnama yang terlupa.Hilang dalam ingatanku yang selalu terhapus oleh tangismu.
Esok hari..
Mungkin aku akan beranjak pergi.Bukan untuk melupakanmu.Tapi untuk mencarimu.
Aku takkan memutuskan dawai itu lagi.Kali ini aku harus mencari ombak untuk menyatukannya.Meski fajar mungkin tidak merestui kepergianku.Karena Ia tahu bahwa aku mungkin akan gagal..Ia tahu bahwa ia takkan bisa mendengar suara kita yang bergema dalam kesunyian lagi.
Ya Tuhan,berikanlah kebahagiaanMu pada suara kecilku yang memanggil namanya.Kuatkan hatiku untuk selalu tersenyum seperti dulu,. Karena itulah bekal yang dapat aku tunjukan saat aku menemukannya..
Ya Tuhan,berikanlah kebahagiaanMu pada suara kecilku yang memanggil namanya.Kuatkan hatiku untuk selalu tersenyum seperti dulu,. Karena itulah bekal yang dapat aku tunjukan saat aku menemukannya..
Dan aku akan merasa sangat bahagia,karena apa yang tersisa dari sayap kupu-kupu itu,kini telah menjelma embun yang menyejukkan dirinya..
kubalikkan tubuhku sejenak.Kutatap kembali bangunan ibadah yang megah itu dengan pedih. Bangunan itu pernah mendengar suara kita beberapa waktu yang lalu.Dan mungkin ia masih menyimpannya..entah di sela kaca dan langit-langitnya yang berkilau,entah di lembaran buku kisah yang tak pernah selesai kutuliskan.Hingga kini sang putih berubah hitam kecoklatan.Mataku mengembun...
Alam mengiringi kepergianku dengan diam.Pepohonan merunduk,ayunan di dahannya berhenti berayun,angin bertiup pelan menerpa wajahku yang tersenyum beku.. "aku akan merindukan kamu.." gumamku. Tapi alam tetap diam.. aku menundukkan wajahku dalam-dalam dan menangis.Gerimis perlahan turun mengusap air mataku.. "jangan menangis" bisiknya. Aku akan menemanimu sampai nanti.. , aku,kamu,dia,senja dan juga mentari itu.Bukankah kita pernah bermain bersama-sama dulu?Sehinga kita menyebut dia Pelangi? Karena Dialah yang mengindahkan hidupmu dengan warna cantiknya..
kubalikkan tubuhku sejenak.Kutatap kembali bangunan ibadah yang megah itu dengan pedih. Bangunan itu pernah mendengar suara kita beberapa waktu yang lalu.Dan mungkin ia masih menyimpannya..entah di sela kaca dan langit-langitnya yang berkilau,entah di lembaran buku kisah yang tak pernah selesai kutuliskan.Hingga kini sang putih berubah hitam kecoklatan.Mataku mengembun...
Alam mengiringi kepergianku dengan diam.Pepohonan merunduk,ayunan di dahannya berhenti berayun,angin bertiup pelan menerpa wajahku yang tersenyum beku.. "aku akan merindukan kamu.." gumamku. Tapi alam tetap diam.. aku menundukkan wajahku dalam-dalam dan menangis.Gerimis perlahan turun mengusap air mataku.. "jangan menangis" bisiknya. Aku akan menemanimu sampai nanti.. , aku,kamu,dia,senja dan juga mentari itu.Bukankah kita pernah bermain bersama-sama dulu?Sehinga kita menyebut dia Pelangi? Karena Dialah yang mengindahkan hidupmu dengan warna cantiknya..
Aku mencoba tersenyum,tapi air mata itu masih terus mengalir..
Gerimis tersenyum dan perlahan berhenti..
selamat tinggal,Pelangiku..
semoga kau menemukan kebahagiaanmu di sana...
semoga kau menemukan kebahagiaanmu di sana...
aku akan terus mencari dan menunggumu dalam rindu.
Sebuah pengorbanan yang tulus untuk seraut Warna yang semu..
Di tempat yang aku dan mereka pun tak tahu..
dan bila suatu saat kita tak lagi bisa bertemu,..
Sebuah pengorbanan yang tulus untuk seraut Warna yang semu..
Di tempat yang aku dan mereka pun tak tahu..
dan bila suatu saat kita tak lagi bisa bertemu,..
Pelangiku...
izinkan aku menangis untuk selalu mengingatmu...
izinkan aku menangis untuk selalu mengingatmu...

0 komentar:
Posting Komentar