Matamu sepasang coklat tua yang teduh.
Memandangmu, seperti rindang pepohonan di tengah kolam seroja.
Aku tercebur. Jatuh dan mencintaimu.
Dan cinta: berpendar dalam berjuta pixel warna.
Memancar di percik cipratan air matamu.
Dan di sejuk tatapanmu, aku melukis puisi.
Sebab di sana ada spektrum cinta.
Membuat rindu seteduh biru lautan yang anggun menyusun ombak gemuruh.
Membuat kecemasan membias ungu seperti langit malam menunggu bintang-bintang berlabuh.
Membuat harapan secerah mentari di jendela subuh.
yang membuat merah wajah kita,
setiap kali tak dapat menahan dahsyatnya ledakan jantung.
Dan seikat pelangi mencercahkan seluruh warna dalam satu goresan senyum.
Bulu matamu yang lepas,
biar kujadikan kuas,
hanya agar semua terlukis seindah rindu padamu.
Kutahu tanganku tak mampu menoreh warna
selembut tatapanmu,
menggoreskan kata
selembut ucapan mu.
Tidak juga mataku
dan tidak juga mulutku.

1 komentar:
Aku jatuh cinta padamu, pada sunyi yang kaukulum di bibirmu. Selengkung senyum, setangkai kuntum, sebaris puisi. Katakata menjelma gerimis pada sapa manis di bibirmu. Aku mengunduh lagu dari serumpun nada yang tumbuh di mulutmu. Itukah cinta? Kurasakan getarannya mengguncang hati. Gaung rindu. Menggema dalam hidupku.
| Puisi Cinta Tidak Lucu | | | Puisi Internet Telkom Lambat | | | Puisi Ucapan Selamat Tahun Baru 2013 | | | Puisi Jatuh Cintakah Aku Padamu | | | Puisi Cinta Kau Aku Dan Masa Lalu | | | Puisi Kenangan Indah Tak Terlupakan | | | Puisi Rayuan Gombal Maut | | | Puisi Hati Galau Sendiri | | | Puisi Anak Jalanan |
Aku jatuh cinta padamu, pada embun yang mengerling di matamu. Memandangmu, kulihat bening semesta melambaiku. Damai telaga menungguku. Aku mencebur ke dalam jiwamu.
Aku jatuh cinta padamu, pada mawar yang merekah di hatimu. Memelukmu, kurasakan wangi musim bunga. Rasanya seperti di sebuah surga dengan bidadari duduk memandangku, lalu ku-katakan, aku jatuh cinta padamu, pada apa pun dirimu.
Posting Komentar