Rabu, 14 Desember 2011

Sepasang Hujan yang menjelma Bidadari..

Seandainya matahari kau beritahu indahnya malam, apakah ia akan datang kemari? 
Melihat bintang-bintang sambil berbaring di atas jambangan lapang bunga rumputan. 
Tetapi engkau hadir di mimpiku dengan bara melampaui hangatnya matahari. 
Embun yang turun pun menjelma hujan malam ini, membasuh langut yang hanyut di sudut mataku.
Tak ada puisi di mambang senja itu jika kau tak membisikkannya untukku, 
membangunkanku dari tumpukan kertas mimpi.
Kau bidadari di antara ilalang ,menebar kecantikan di keluasan padang.
Kugamit jemarimu melangkah dalam tawa bahagia,
lalu kau biarkan jalan setapak tercipta di hatimu.
Luasnya padang  tak dapat menggantikan luasnya hatimu,
menerima setiap jejak langkahku.
Lalu tumbuh bunga-bunga di setiap senyummu,
jiwaku seperti kupu-kupu dibuatnya..

Kutanyakan pada embun di manakah mereka ingin menjadi butir air,
di manakah tempat paling indah yang mereka bayangkan menjadi kenangan paling manis.
Menjadi tetesan paling indah sebelum matahari menjemputnya ke angkasa.

Di sudut matamu, gumam embun padaku.
Setiap kali kau memandangku,
embun-embun itu mengkilau bahagia.
Aku bercermin pada sebuah kata
dan melihat butiran air di balik tiap hurufnya,
sebuah kata bercerita tentang hujan dan kau menyelinap tiap bulirnya,
membuat hujan menjadi pemandangan paling menyenangkan bagiku.
Sungguh bidadari hujan menjelma saat itu..

2 komentar:

Unknown mengatakan...

uDAH piNTER NULIS... Cantik Lg.. hehe
Follow my bLog.. Tq..

Wiznu Bagus mengatakan...

Makasi..

Posting Komentar

 
Free Website templatesFree Flash TemplatesFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates