Jujur, hati ini gamang sekali rasanya, saat tak kutemukan bintang yang menetes bahagia di sudut mataku.
Aku merindukan tangis yang mengering, ingin kuhempaskan resah yang layu dalam pangkuan jemarimu..
Dan kubawa pedih kisah ini selagi aku masih bertahan, selagi bumi masih ikhlas kujejaki.
Aku tak menyalahkan mendung yang menunggu, bila memang ranting-ranting itulah yang selalu menantimu.
Ketika setetes air mataku jatuh, pada subuh yang membisikkan do'a untukmu..
Tuhan, maafkanlah kisah yang tiada sempurna.
Berbulan-bulan kutunggu gelap itu datang, meski usai segalanya pergi dari detak kehidupanku.
Aku merindukanmu, diri kita yang dulu..
Seiring Malam merapatkan matanya, menutup luka sesal yang entah kapan kan temukan penawarnya.
Mengalir bersama hujan yang melangkah menjauh menyertai ketiadaanmu.
Maaf untuk kasih yang sempat singgah, kuikhlaskan cerita kita yang jujur terlalu indah..

0 komentar:
Posting Komentar