Sempurna karena semesta, Meski terdiam dalam bilik kata-kata. Kau bangun sebuah gubuk di tengah belukar yang berbisa, namun di tengah mereka cintaku telah tumbuh tak bersuara.
Bisu.. membatu.. entahlah, apa masih ada ruang untuk kita .
Kadang ku ingin menjadi merpati-merpati hitam di angkasa.
Yang dapat terbang dengan tenang di tengah gulita malam tanpa takut akan terluka...
Malam ini kusandarkan punggungku yang letih, kupeluk erat lututku dan membenamkan wajahku dalam-dalam. " Rika." kusebut satu nama dengan parau. Kemudian sebuah nama lagi, namaku sendiri. Aku berharap kedua nama itu saling mencintai. Tak ada lagi yang harus diragukan...
Cinta teramat agung untukku tinggal...
Sungguh..
Dan aku berdoa ekau akan merasakannya suatu hari nanti...
Ternyata.. hidup tak seperti yang kupikirkan,
dan aku mulai menemukan kebahagiaanku yang sesunguhnya dengan caraku sendiri.
Aku dilahirkan..bukan untuk mencintai seseorang terlalu cepat .
Dan aku akan abadi disini bersama cintaku untukmu, kebahagiaanku yang utuh dan nyata...
Doaku selalu menyala untukmu.Biarkan aku hidup dalam duniaku sendiri, yang kuciptakan hanya untukmu...
Pelangiku...

0 komentar:
Posting Komentar