Selasa, 28 Februari 2012

Bidadari Senja

Gerimis turun merajut senja. 
Bias mentari ditenun jadi seikat pelangi. 
Engkau menuruni lembah hatiku. 
Begitu cantik pemandangan ini. 
Membuatku selalu melabuhkan hati. Bersama sejuknya angin senandungkan lagu cinta yang terakhir, 
senada jantung ku irama yang mengalir.
Kau suguhkan setangkup haru, 
aroma kenangan, memaknai setiap derap perjalanan. 
Rumah halaman adalah ketentraman tiada tara. 
Tempat jejak-jejakaki tertanam dan tumbuh menjelma bunga ilalang, 
menghiasi perjalanan dan kenangan. 
Kutatap relung matamu tanpa akhir.
Bidadari senja. 
Kau selalu membuatku yakin. 
Cinta adalah bukti, bukan statistika. 
Cinta adalah pasti, bukan probabilitas. 
Dan kau, kalimat terindah dalam definisi cinta yang dibuat Tuhan untukku. 
Kau keindahan tak tergantikan, di antara langit dan bumi. 
Kau kalimat syukurku kepadaNya.

Senin, 27 Februari 2012

Fajar Di stasiun Rindu

 
*ST Tawang :Suatu hari sebelum kepulanganku 

Di stasiun ini
dinding-dindingnya ditumbuhi lukisan
perjalanan, jarak dan airmata
dipahat waktu hingga lumut membatu
samar alunan gending menyihirku hening
kesunyian rindu, lampu-lampu membeku
jerit kereta yang menjauh
menyisakan gemuruh
hati menyebut namamu.
Di stasiun ini
dinding-dindingnya ditumbuhi bunga
kenangan demi kenangan tergambar
debar jantung yang menggetarkan
lalu lampu-lampu jalanan memudar
tinggal pendar tetes airmatamu
menerangi hari
seperti pagi menitipkan embun
pada rel
peta perjalanan ke hatimu.

Sabtu, 18 Februari 2012

Hidangan Senja


Sepiring senja dan ceplok mentari kemerahan. 
Disajikan dengan rasa sayang. Taburan gerimis dikupas tipis. 
Seikat awan menambah sedap hidangan. Seleraku bertambah saat kautambahkan saos canda. 
Kecap manis di bibirmu kuhapus dengan belaian.
Pelangiku,cinta adalah hidangan. 
Resep rahasianya ketulusan dan pengorbanan. 
Rahasia yang dibawa seseorang yang mencintai dan dicintai dari surga. 
Cinta adalah menu istimewa bagi setiap pasangan, yang membuat kita bertahan dalam segala cobaan. Yang membuat bertambah saling rindu, membuat terlupa waktu saat bertemu.
Angin beringsut perlahan. 
Langit hanyut ke seberang. Santapan ini tak sedikit pun berkurang. 
Pelangiku, cinta adalah hidangan sejuta rasa, membuat hilang rasa kelaparan, menjadikan tenang hati dan pikiran. Selalu ingin menyayangi dan disayangi, siang dan malam. Jiwa khusukpun terpuaskan.
Lihat gerimis.
Seperti butir-butir kasih sayang yang kutaburkan dalam hidupmu,
adalah pelangi untuk permadani kita ke nirwana. 
Berkilauan penuh warna. 
Tak usah khawatir remang menghapusnya dari cakrawala.
Sebab gulungan pelangi tak ada habisnya di hatiku. Semuanya kuhidangkan untukmu.

Rabu, 08 Februari 2012

Lukisan Cinta pada Bintang

Di kanvas ini aku mengembara: langit tanpa tepi
kulukiskan bintang-bintang, bertaburlah sinarnya mengisi semesta
setiap bintang adalah nyala yang terus mengembara
seperti cinta tak mengenal padam, selalu gairah selalu membara.
Tatapanmu indah dalam hening: malam sebening cahaya
senantiasa berseri, mata seindah pelangi yang kutatap secara sempurna
ada jejak bintang di semburat matamu,dan meteor-meteor itu terjun ke hatiku
di bawah hujan cahaya, kuhabiskan malam bersamamu.
Kamulah bintang di hatiku paling terang..
itulah sebab galaksi yang indah tanpa lelah kukarang.
hatimu pemberhentian terakhir segala pengembaraan yang menepi karena segalanya sampai.
Bukankah cinta itu terlampau indah
bak bintang yang berkerlip, memancar
ke penjuru semesta. bersinar abadi sepanjang masa.

Selasa, 07 Februari 2012

Created to Love..

Ketika kautatap mataku di lembaran malam
rembulan menuliskan kisahnya dalam sejilid kalam
bintang sebagai tandabaca, tentang kalimat cinta tanpa akhir
kau tanyakan padaku: adakah waktu untukku
bukankah sudah menjadi takdir
waktuku tercipta untuk mencintaimu.
Malam demi malam kita lewati bertaburan kata
sebuah perjalanan ke surga
percakapan tak ada habisnya, tak ada matinya
hal-hal kecil segalanya bermakna
kita saksikan: setangkai rembulan tumbuh menjadi purnama
kita pun bermandi cahaya di keheningan malam.
Lalu kaupetik butir-butir cahayanya
kaujadikan huruf-huruf doa
kautaburkan di pelupuk mataku dengan dua pucuk jarimu
menjelma sepucuk surat dengan kata-kata mutiara
terangkai indah bagai karya pujangga
lihatlah lingkar mataku, bersinar karenanya.
Kau pun bercerita tentang jejak pengembara
menghabiskan waktu di padang sahara dan hutan belantara
untuk cinta abadi pada sang kekasih hati
kau bertanya padaku: adakah waktu untukku
bukankah sudah menjadi prasasti
kau tercipta untuk waktuku.

Sabtu, 04 Februari 2012

Seikat Pelangi Seribu Puisi..

Lihatlah gerimis berbaris di tipis senja
di taman itu, pendarpendar mentari menari
di atas daundaun basah
aku hanyut pada parasmu yang basah.
Tiada yang sungguh indah dari cakrawala cinta
ketika bening tetes hujan menggenang lekuk merah bibirmu
senyum terkulum, mataair dengan sekuntum padma
mengalir hening ke relung sukma.
Ada seikat pelangi di balik gerimismu
cahayanya terurai dalam larik-larik puisi
bercucuran di sudut matamu
melukiskan berjuta pixel warna cinta....

Kamis, 02 Februari 2012

Senyummu Indah begitu saja

 
Pelangiku, entah kenapa
senyummu indah begitu saja.
Tak perlu kata kiasan menjelaskannya.
Tak perlu majas rembulan
atau tujuh bait pelangi.
Senyummu indah begitu saja.
Lalu, bagaimana bisa kubiarkan
kau  tersenyum
tanpa kusiram dengan air mata bahagiaku.
Seperti siraman semburat pelangi
senyummu indah begitu saja
membakar seluruh kata-kataku
yang tersisa hanya bongkahan arang
bekas tumpukan puisi
yang tak sempat kuucapkan.
Senyummu indah begitu saja.
Perlahan meluncur ke lubuk hatiku
menimba airmata
menumpahkannya ke langit biru.
Senyummu gerimis begitu saja
menggiring kepak-kepak camarku
berlayar di samudera hatimu.

Rabu, 01 Februari 2012

The story about the past



Tuhan,
malam ini kembali kau turunkan hujan, entah agar aku mengingat namanya, atau kerinduan berbatas ruang dan waktu. Engkaulah yang Maha tahu, mengapa rasa ini hadir menjelang tidurku. rindu yang tiba-tiba... membuatku terjaga dan tak dapat kembali berjalan dalam mimpi yang sejak tadi menunggu.

..........................................................................................................................

Tuhan Maha tahu perasaan yang sedikitpun tak pernah kita pahami.
Yang Ia titipkan atas namamu , yang Ia embankan di bahu ini.
Apa itu berarti aku akan sanggup ? Aku berterimakasih , karena atas izinnya aku mengenalmu. Mencoba membuatmu tersenyum dan bahagia,
menumbuhkan keajaiban kecil dalam hari-hari yang kita lalui..

Meski aku tahu...
Jalan ini ada akhirnya.

................................................................

Aku bersenandung kecil, menghitung langkah kecilku sepanjang embun, menumbuhkan rerumputan, senyumku mewarnai bunga-bunga. Aku berbahagia, sebab masih kutemukan kau disana.

2 bulan tak terasa sudah kita lewati, mungkin bagi mereka, 2 bulan adalah waktu yang singkat. Namun tak begitu untukku. Lebih dari sepertiga waktu itu kita terpisah. Dimana waktu begitu berharga dan jarang ada untuk kita.
Aku bersyukur masih bisa memandangmu dari jauh..
Meski kau nantinya akan bersikap acuh dan berpaling muka..
Atau menutup wajah dengan buku saat melintas di pintu kelas,
Itu yang aku tatap setiap MKU-KWN Senin pagi menyapamu.. :)
Dan aku menyadari di balik itu semua, Aku tiada letih berharap kita menyimpan rasa yang sama,
Suatu saat nanti..

Sungguh hadirmu telah memberiku bagian terindah yang tak pernah kusadari. Aku tak pernah menyangka sebelumnya, sosok yang kukenal 4 bulan lalu sebagai teman biasa, adalah orang yang benar-benar kucinta.
Berawal dari pertemuan kita saat di ruangan itu, saat itu kau jabat tanganku dan tersenyum.
Dan waktu itu ....... jujur saja......... kau begitu manis. Aku terus menyembunyikan perasaan itu sebab aku tahu kau mungkin milik orang lain. Dan rasa ini sangat berbeda.
Namun semakin hari, aku semakin tak bisa menahan detak jantung saat berada di dekatmu.
Saat waktu hanya milik kita, padahal kita hanya teman biasa...


Aku ingat saat kau menolak ajakanku untuk makan malam lagi, karena kamu ada urusan.
Aku senang saja-saat kau merasa bersalah dan meminta maaf padaku berulang-ulang.
Seolah itu adalah kesalahan besar yang fatal.
Padahal tidak mengapa dan sejatinya tiada sedikitpun enkau bersalah.Pelangiku..
Aku sedikit memiliki harapan waktu itu. Namun masih saja kuredam. Entah kapan .....

Aku kembali ke rumahku, tanpa sempat mengatakan perasaanku yang sebenarnya. Aku tenang saja, karena kupikir kita masih punya banyak waktu.
Namun aku diam, saat aku tahu ,teryata waktu itu ialah awal dimulai hubungan kau denganku semakin menjauh..Entah apa sebabnya..
Dan saat itulah aku merindukanmu.. Bulan-bulan yang takkan pernah mempertemukan kita, Dan saat itulah aku menyesal..
Saat ku sadari engkau pergi meninggalkan kenangan yang kupikir akan kuingat sendirian...

Senyum itu ....

ah...

Dan hari itu adalah permulaan mengapa aku masih bisa bertahan sampai saat ini..
Meski terlalu singkat kita menuangkan waktu..
Tapi  aku percaya suatu saat semuanya akan terputar saat aku merindukanmu.
Kita jauh.. bahkan tak sekalipun kita merayakan hari hari bersama.
Semoga telah disiapkan waktu untuk kita, dan aku akan menjagamu dengan sepenap cinta dan rasa tulusku yang tiada terperi, hanya Untukmu..Pelangiku..

 Aku ingin kita sekali saja merayakannya bersama,
aku ingin memberimu suatu hal yang dapat kau kenang,selamanya...

Aku mencintaimu..
Dan aku sadar,betapa aku membutuhkanmu....

Aku bahagia berada di sampingmu dan ingin selalu berada disana.
Biarlah... aku tak peduli apa kata mereka.
yang kutahu kita ada dan saling cinta, itu sudah cukup...

Kita punya mimpi dan harapan....

Dan harapanku...
Adalah menjadi pagi bagi lelahmu yang setia menanti mentari...

Rain



Kutatap hujan deras di luar sana dengan pandangan sendu... "Hujan turun lagi.." Bisikku...

Kau tahu, setiap aku melihat hujan, aku selalu teringat padamu dan diriku sendiri. Meski tak banyak yang telah kita lalui, tapi ku yakin kita melakukan semuanya dengan tulus.. Kini aku merindukanmu. Dan tak ada yang dapat menjelaskan mengapa rindu ini tertanam sangat dalam.

Sering aku bertanya dalam hati "Apa benar aku yang kau rindukan setiap hari? apa benar aku yang kau sayangi? Apa benar aku yang kau butuhkan?" Terkadang aku bimbang, namun diantara keraguanku telah kujanjikan rasa percaya yang hanya kupersembahkan untukmu. Semoga rasa itu menjadi sesuatu yang dapat kau kenang saat kita meninggalkan kenangan-kenangan itu..

Luruh, bagai dedaunan yang jatuh...
Air mata ini terkadang mengalir tanpa kusadari...

Aku tak ingin kau jadikan yang pertama,
Tapi aku berharap diriku menjadi yang  terakhir,seperti dirimu dalam hatiku..
Dan rasa cinta yang mengusikku membuatku kalut dan berkata hanya dirimulah yang aku inginkan. Aku sadar, aku harus belajar untuk menerima kenyataan.. Meski harus kutelan pahit dari keadilan yang kunjung terbangun.. aku harus tetap sabar menunggumu.

Hujan belum jua reda...

Aku tak ingin meninggalkanmu... sungguh...
aku cinta kamu, aku sayang kamu.. aku takkan pernah membiarkanmu bersedih hanya karenaku..
Jangan pernah pikirkan apa yang selalu kulakukan untukmu. karena aku ikhlas jatuh karenamu, dan bila telah usai binar ini meredup.. telah kuutus doa yang di dalamnya terukir indah namamu. Sebab hanya Cinta dan Tulus yang dapat kuberikan..

Untukmu.. Yang selalu kurindukan....
 
Free Website templatesFree Flash TemplatesFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates