Gerimis turun merajut senja.
Bias mentari ditenun jadi seikat pelangi.
Engkau menuruni lembah hatiku.
Begitu cantik pemandangan ini.
Membuatku selalu melabuhkan hati. Bersama sejuknya angin senandungkan lagu cinta yang terakhir,
senada jantung ku irama yang mengalir.
Kau suguhkan setangkup haru,
aroma kenangan, memaknai setiap derap perjalanan.
Rumah halaman adalah ketentraman tiada tara.
Tempat jejak-jejakaki tertanam dan tumbuh menjelma bunga ilalang,
menghiasi perjalanan dan kenangan.
Kutatap relung matamu tanpa akhir.
Bidadari senja.
Kau selalu membuatku yakin.
Cinta adalah bukti, bukan statistika.
Cinta adalah pasti, bukan probabilitas.
Dan kau, kalimat terindah dalam definisi cinta yang dibuat Tuhan untukku.
Kau keindahan tak tergantikan, di antara langit dan bumi.
Kau kalimat syukurku kepadaNya.

0 komentar:
Posting Komentar