Tuhan,
malam ini kembali kau turunkan hujan, entah agar aku mengingat namanya, atau kerinduan berbatas ruang dan waktu. Engkaulah yang Maha tahu, mengapa rasa ini hadir menjelang tidurku. rindu yang tiba-tiba... membuatku terjaga dan tak dapat kembali berjalan dalam mimpi yang sejak tadi menunggu.
..........................................................................................................................
Tuhan Maha tahu perasaan yang sedikitpun tak pernah kita pahami.
Yang Ia titipkan atas namamu , yang Ia embankan di bahu ini.
Apa itu berarti aku akan sanggup ? Aku berterimakasih , karena atas izinnya aku mengenalmu. Mencoba membuatmu tersenyum dan bahagia,
menumbuhkan keajaiban kecil dalam hari-hari yang kita lalui..
Meski aku tahu...
Jalan ini ada akhirnya.
................................................................
Aku bersenandung kecil, menghitung langkah kecilku sepanjang embun, menumbuhkan rerumputan, senyumku mewarnai bunga-bunga. Aku berbahagia, sebab masih kutemukan kau disana.
2 bulan tak terasa sudah kita lewati, mungkin bagi mereka, 2 bulan adalah waktu yang singkat. Namun tak begitu untukku. Lebih dari sepertiga waktu itu kita terpisah. Dimana waktu begitu berharga dan jarang ada untuk kita.
2 bulan tak terasa sudah kita lewati, mungkin bagi mereka, 2 bulan adalah waktu yang singkat. Namun tak begitu untukku. Lebih dari sepertiga waktu itu kita terpisah. Dimana waktu begitu berharga dan jarang ada untuk kita.
Aku bersyukur masih bisa memandangmu dari jauh..
Meski kau nantinya akan bersikap acuh dan berpaling muka..
Atau menutup wajah dengan buku saat melintas di pintu kelas,
Itu yang aku tatap setiap MKU-KWN Senin pagi menyapamu.. :)
Dan aku menyadari di balik itu semua, Aku tiada letih berharap kita menyimpan rasa yang sama,
Suatu saat nanti..
Sungguh hadirmu telah memberiku bagian terindah yang tak pernah kusadari. Aku tak pernah menyangka sebelumnya, sosok yang kukenal 4 bulan lalu sebagai teman biasa, adalah orang yang benar-benar kucinta.
Berawal dari pertemuan kita saat di ruangan itu, saat itu kau jabat tanganku dan tersenyum.
Dan waktu itu ....... jujur saja......... kau begitu manis. Aku terus menyembunyikan perasaan itu sebab aku tahu kau mungkin milik orang lain. Dan rasa ini sangat berbeda.
Namun semakin hari, aku semakin tak bisa menahan detak jantung saat berada di dekatmu.
Saat waktu hanya milik kita, padahal kita hanya teman biasa...
Aku ingat saat kau menolak ajakanku untuk makan malam lagi, karena kamu ada urusan.
Aku senang saja-saat kau merasa bersalah dan meminta maaf padaku berulang-ulang.
Seolah itu adalah kesalahan besar yang fatal.
Padahal tidak mengapa dan sejatinya tiada sedikitpun enkau bersalah.Pelangiku..
Aku sedikit memiliki harapan waktu itu. Namun masih saja kuredam. Entah kapan .....
Aku kembali ke rumahku, tanpa sempat mengatakan perasaanku yang sebenarnya. Aku tenang saja, karena kupikir kita masih punya banyak waktu.
Namun aku diam, saat aku tahu ,teryata waktu itu ialah awal dimulai hubungan kau denganku semakin menjauh..Entah apa sebabnya..
Dan saat itulah aku merindukanmu.. Bulan-bulan yang takkan pernah mempertemukan kita, Dan saat itulah aku menyesal..
Saat ku sadari engkau pergi meninggalkan kenangan yang kupikir akan kuingat sendirian...
Senyum itu ....
ah...
Dan hari itu adalah permulaan mengapa aku masih bisa bertahan sampai saat ini..
Meski terlalu singkat kita menuangkan waktu..
Tapi aku percaya suatu saat semuanya akan terputar saat aku merindukanmu.
Kita jauh.. bahkan tak sekalipun kita merayakan hari hari bersama.
Semoga telah disiapkan waktu untuk kita, dan aku akan menjagamu dengan sepenap cinta dan rasa tulusku yang tiada terperi, hanya Untukmu..Pelangiku..
Aku ingin kita sekali saja merayakannya bersama,
aku ingin memberimu suatu hal yang dapat kau kenang,selamanya...
Aku mencintaimu..
Dan aku sadar,betapa aku membutuhkanmu....
Aku bahagia berada di sampingmu dan ingin selalu berada disana.
Aku mencintaimu..
Dan aku sadar,betapa aku membutuhkanmu....
Aku bahagia berada di sampingmu dan ingin selalu berada disana.
Biarlah... aku tak peduli apa kata mereka.
yang kutahu kita ada dan saling cinta, itu sudah cukup...
Kita punya mimpi dan harapan....
Dan harapanku...
Adalah menjadi pagi bagi lelahmu yang setia menanti mentari...
Kita punya mimpi dan harapan....
Dan harapanku...
Adalah menjadi pagi bagi lelahmu yang setia menanti mentari...

0 komentar:
Posting Komentar