Kutatap hujan deras di luar sana dengan pandangan sendu... "Hujan turun lagi.." Bisikku...
Kau tahu, setiap aku melihat hujan, aku selalu teringat padamu dan diriku sendiri. Meski tak banyak yang telah kita lalui, tapi ku yakin kita melakukan semuanya dengan tulus.. Kini aku merindukanmu. Dan tak ada yang dapat menjelaskan mengapa rindu ini tertanam sangat dalam.
Sering aku bertanya dalam hati "Apa benar aku yang kau rindukan setiap hari? apa benar aku yang kau sayangi? Apa benar aku yang kau butuhkan?" Terkadang aku bimbang, namun diantara keraguanku telah kujanjikan rasa percaya yang hanya kupersembahkan untukmu. Semoga rasa itu menjadi sesuatu yang dapat kau kenang saat kita meninggalkan kenangan-kenangan itu..
Luruh, bagai dedaunan yang jatuh...
Air mata ini terkadang mengalir tanpa kusadari...
Aku tak ingin kau jadikan yang pertama,
Tapi aku berharap diriku menjadi yang terakhir,seperti dirimu dalam hatiku..
Dan rasa cinta yang mengusikku membuatku kalut dan berkata hanya dirimulah yang aku inginkan. Aku sadar, aku harus belajar untuk menerima kenyataan.. Meski harus kutelan pahit dari keadilan yang kunjung terbangun.. aku harus tetap sabar menunggumu.
Hujan belum jua reda...
Aku tak ingin meninggalkanmu... sungguh...
aku cinta kamu, aku sayang kamu.. aku takkan pernah membiarkanmu bersedih hanya karenaku..
Jangan pernah pikirkan apa yang selalu kulakukan untukmu. karena aku ikhlas jatuh karenamu, dan bila telah usai binar ini meredup.. telah kuutus doa yang di dalamnya terukir indah namamu. Sebab hanya Cinta dan Tulus yang dapat kuberikan..
Untukmu.. Yang selalu kurindukan....

0 komentar:
Posting Komentar