Nyanyikan lagi, pelangi malamku.
Nada yang dulu tak sengaja kau tinggalkan.
Aku mendengarmu dengan sungguh,
dengan diam yang mengisyaratkan seribu kasih.
Temani dzikirku yang terlirih, kunikmati alur air mataku.
Andai bisa kau siratkan walau setitik, mengusap rambutku penuh cinta.
Nyanyikanlah lagi, pelangi malamku,
sebelum kaulupakan senandungku.
Sebelum kau terlupa bagaimana suara-suara itu memanggil namamu,
meski tak lebih dari sekedar membisu.
Salahkah aku pelangi malamku?
Salahkah bilamana aku mendambamu?
Salahkah bila kutasbihkan debu-debu ini menjadi rindu yang kian memburamkan bola mataku?
Sedang takdir kecilku enggan meninggalkan pintu hatimu.
Izinkan aku menemanimu sebentar lagi, sebelum malam ini berhenti. Sebelum embun menggantikanku,
kemudian diam-diam menyelinap.
Maka nyanyikanlah lagi, pelangi malamku.
Lagu yang selalu engkau gumamkan.
Biar jadi penawar sepi dan gundahku,
selama itu ku mendambamu.
Kan kurekam segalanya menjadi biru yang tumbuh dalam mekarnya,
Sampaikan salamku pada perhentianmu..

0 komentar:
Posting Komentar