Sabtu, 30 Juni 2012

Juni di Rambutmu

Tiada kabut musim kemarau yang menyelimuti alis pagimu.
Juni di rambutmu masih basah,
masih menyimpan tetes dan rerumputan yang ditinggalkan hujan.
Dan setiap kutatap matamu lewat panorama di jendela,
aku menemukan lembah nan hijau, puspa warna, kicau lagu mementing  piano di pucuk-pucuk cemara, dan luruh gerimis.
Kulihat seikat pelangi tumbuh di bola matamu.
Dan hujan
menyembunyikan
semua jejak.
Kuberteduh menatapmu
memperhatikan bulir hujan
menetes ke dalam puisi..
Aku
terhanyut
bersama kesunyian
yang diselundupkan hujan
yang dibiarkan mengambang
dalam genangan
ilusi.
Dan hujan meninggalkan
hening
semua denting. Bening matamu selalu kuingat
ia adalah kolam sajak
seluruh kata yang menyembul
dalam bahasa hatiku..

Jumat, 29 Juni 2012

Invisible Dream..


Tentang kita masih sama.
Hanya seberkas cahaya yang kutangkap di sela kesibukan masa.
Hingga nada itu terpetik indah, kudengar parau suaramu memanggil.

Aku masih belum terlalu jauh, sungguh.
Aku masih ada di dekatmu, bersamamu.
Hanya saja kini sedikit berbeda...

Fajar pagi ini telah lama pergi menanggalkanku, begitu pula hujan.
Nafasku tandus dan kerotang, takkan sanggup menawar dahagamu.
Gersang dan berdebu, sunyi dan pilu.

Tenanglah, sedikit lagi kan kau temukan lautan.
Kelak mimpiku berlarian bagai gelombang, dan kan kembali padamu.
Hanya itu caraku mencintaimu, tanpa pernah terlihat. Tanpa pernah terbebas, tanpa pernah kumiliki..

Sehabis Hujan di Akhir Juni

Matahari berkilauan di daundaun kamboja
menari di antara genangan jingga
sebentar lagi malam
merekam jejak kita pada pualam
atau hanyut bersama kelam.
Tapi lirih suaramu seperti rinai hujan
seperti jejak yang membekas di rerumputan
mengajakku tenggelam
derai airmatamu kembali berkilauan
menggenangi tubuhku dengan kenangan.
Bukankah senja telah mengubur semua yang silam
malam datang dengan menggenggam rembulan
menyiapkan tempat untuk kita bersulang
lalu kita saling memandang
bintang-bintang yang ada di mata kita.

Kamis, 28 Juni 2012

Thundering rain

Hujan di malam akhir Juni
gemuruhnya menerobos tilam kelambu
kilau kilat terpantul di wajahmu
menerangi lengkung bibirmu
tempat aku tersedu menghabiskan waktu
tempat biasanya aku dengar desah senandung cinta.
Kudekap getar hujan itu yang menggigil di tubuhmu
kurasakan derap jantungmu memimpin satu lagu
orkestra yang disusun dari seribu rintik rindu
membiarkan gelisahmu mengembun di sudut matamu
dengan kecupan kutandai tiap jejak hujan
yang meninggalkan gemuruhnya di hatimu

Senin, 25 Juni 2012

Kamu adalah puisi indahku

Kutulis puisi sebab aku ingin. Kamu tahu kenapa?
Sebab karya dan segala keindahan lahir karena satu cinta..

Kamu..

Jumat, 22 Juni 2012

Dream Of The Sky

Selalu ada kesalahan dalam menjawab.. Tentang rintik hujan di kaca jendelamu..
Yang berembun menangisi tidurmu..Dan impian semesta dalam senyummu..
Betapa sayup kudengar suaramu..Doamu yang membeku di bilik waktu..Saat itu harap menjelma keajaiban..Sejatinya cinta ialah kau dan kekuranganku..Kepada jiwa yang bertanya-tanya..
Dengan lirih nafas yang menggema..Dari sini kunyanyikan selimutmu..
Kuterangi pepasir dalam langkahmu..Dalam jemarimu kugenggamkan pilu..
Tuk kau taburkan di pusaraku..Kelak bila tawaku memudar di pangkuanmu..
Kuburkan aku bersama rindu anganku..Bawa serta kebahagiaanmu..Bagilah sedikit untukku..
Sebab aku selalu bermimpi..
Dapat mengecupnya sekali saja seumur hidupku..
Bila sempat dan masih ada waktu..
Sudikah kau berjanji padaku?..Untuk beri ku kesempatan..
Yang kelak mendiami ruangku saat ini,nanti,dan mungkin selamanya..

Kamis, 21 Juni 2012

The Rain In Extended Dream.



Semarang 21 juni 2012...

Wajah langit muram terhimpit mendung..
Hanya wajah terdiam bersemu pasrah
Dalam doanya menanti kedewasaan mentari..
Agar awan hitam menghilang pergi..
Agar tetap kering alas berpijaknya kaki..

Maaf hujan...
Bukan aku yang tak ingin kau datang...
Atau enggan menikmati indah warna pelangi yang engkau janjikan....
Tapi lihatlah di ujung sana..
Ada jiwa yang terbungkus raga..
Tatap pula putih pucat parasnya..
menyerupai mahluk yang tak lagi bernyawa..

Dia adalah mimpiku...
Tatih langkahnya tertuju padamu..
Sirat mata yg di genggamnya pun untumu..
Untuk membasuh semu rindu yg lama kaku..

Hujan..
Aku mengerti jika kau geram..
Teramat paham jika kau pun dendam..
Karna doa yang ku panjatkan..
Buat rintikmu tertahan...

Nanti jika harapku sampai...
Atau dia telah dalam pelukan..

Luapkan Semua Amarahmu
Curahkan marahmu sesukamu..
Siramlah hari semaumu..
Kau Tenggelamkan bumipun..
Tak kupedulikan dirimu...

Mosque De Ja Vu


Aku tak menemukan kalimat yang tepat untuk mengawali semua ini, juga tak menemukan kata-kata untuk mengakhirinya. Maka kuputuskan untuk tetap tinggal..
Untuk terus bermimpi tentangmu...

Ingin aku menoleh sebentar saja, kembali merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Meski aku belum benar-benar mengerti apa makna yang sebenarnya...
Aku ingin terus hidup! Aku ingin merasakan indahnya penantian ,ingin merasakan damainya kesunyian..

Kesetiaan yang telah terukir dalam hatik
u, adalah suatu alasan mengapa kita diciptakan. Aku telah tahu sekarang, begitu juga dirimu. Meski aku juga tak tahu dimana tempatmu terlelap malam ini...
Masing-masing kita telah diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk bertemu, dan segala yang Dia berikan adalah suatu anugerah kan? Aku mulai bisa sedikit menerima semuanya...
Dan akan menerima semuanya..

Pelangiku,
aku berdiri di tempat dulu..

Tempat dimana kita
berjalan menerobos waktu, aku seakan melihat diri kita lagi. Semuanya berlalu begitu cepat, begitu cepat tanah ini menandus.. Begitu cepat kenangan itu pergi.. Tapi semangat dan keikhlasanku, takkan pernah hilang selama apapun waktu mengikisnya..

Dan kekuatanku kini hanyalah mengenang. Untuk kemudian bersiap akan sebuah perjumpaan di hari yang lain..

Senin, 18 Juni 2012

Flamboyan di Pelataran Candi

Yang jatuh dan tergenggam
di tanganmu
adalah bunga flamboyan.
Merah merenda jingga bercahaya
hiasan istimewa dari surga
untuk bidadari
di bumi.
Bunga elok memikat
ketika ku bayangkan itu terselip di ikat rambutmu.
Ketika mata kita bertaut
ketika aku menyimpan seraut wajah untuk kusimpan.
untuk sebuah bekal mendambamu,
dalam dunia cinta yang tak pernah habis untuk dinaungi.
Guguran flamboyan
berkilauan
menghiasi pelataran candi.
Seperti itulah jejak kagumku padamu.
Yang indah dan tergenggam di tanganmu
Adalah sebait puisi.

Sabtu, 16 Juni 2012

Piano

Hidup ini seperti piano.Berwarna putih dan hitam.
Namun,ketika Tuhan yang memainkannya,Semuanya menjadi indah.

Jumat, 15 Juni 2012

There is no hiding place for your smile


Tak ada tempat aman untuk sembunyikan senyummu.
Pada bungakah? Kupu-kupu datang, dan aku melihat senyummu memancar anggun. 
Pada daun? Angin berhembus, senyummu menari ke kanan dan ke kiri. 
Pada gerimis? Ah, matahari justru mengubahnya jadi pelangi. 
Semakin nampak betapa indahnya engkau tersenyum.
Tak ada tempat aman untuk sembunyikan senyummu. 
Bahkan ketika bibirmu rapat seribu bahasa dan hening mengunci setiap suara. 
Sunyi hanya memberi kesempatan pada kata untuk membebaskan diri dan menemukan isyarat pada alur tatapanmu.
Dan di sudut matamu yang kuntum, aku melihat betapa indahnya engkau tersenyum.
Maka berikan saja senyummu itu padaku.
Tanpa malu-malu, tanpa ragu.

Kamis, 14 Juni 2012

-_-

@KUBURAN DI UJUNG STANJUNG 

Walau aku mengerti, bahwa yang kulakukan salah.
Tapi entah kenapa, aku mencintaimu..

Sabtu, 09 Juni 2012

Masih adakah waktu?



Aku tak sanggup menunggu waktu yang menyela..
Yang terus menghalangi kapak sayap ini untuk pulang..
Aku tak mampu menunggu lebih lama..
Sebab waktu bukan janji...

Mungkin, setelah angin menemukan apa yang ia cari..
Ia akan tersenyum dan tak pernah melepasnya pergi..
Sebab kita tahu, kita mengerti..
Bahwa saat bersama kebahagiaan selalu ada di hati..
Mendamaikan tiap kekosongan yang perlahan mati

Mungkin juga...
Setelah perpisahan atas pertemuan nanti..
Sebatang pohon itu akan rapuh..
Dan hembusan angin kan membuat mata kita tertutup..
Meneteskan air mata pedih saat ranting satu per satu jatuh..
Tepat di hadapan kita yang tak sanggup mengadu..

Melepas kenangan yang teramat membekas...

Cinta, masihkah ada waktu sedikit saja tersisa untuk kita?

The Streets at Night in the Building C


Sesaat sebelum keberangkatanku, aku termenung memandangi jalan.
Ia yang akan membawaku pergi ke tempatmu belum juga menampakkan diri,
namun aku terus berharap, semoga dia datang lebih cepat dan aku bisa tiba sebelum fajar datang.

Dedaunan bergerak pelan, keemasan ditimpa sinar lampu.
Kutatap nanar cahaya di langit kelam,
tersenyum memikirkan engkau yang pasti tengah terlelap.

Kumulai perjalanan hitamku dengan sunyi di sepanjang jalan.
Mendung menjadi naungan, nafasmu sebagai penunjuk jalan.
Dan dalam gelap yang diam, tangisku pun mengendap.

Tujuanku tak bertanda, hanya embun sang nyanyian. Meninabobokan isakku, gema rindu di penjuru malam.
Hari ini kuluruhkan sudah, memang tak seindah senandung yang kau dengar kala mentari menyapa.
Namun puisi ini kutulis, sebagai suara jejak langkah yang tiada lagi berirama.

Aku selalu ingin membahagiakanmu, apapun yang terjadi padaku.
Suatu hari nanti, aku ingin engkau berada dekat.
Aku ingin engkau menemaniku, menatapku lekat.
Dan ketika itu pula, mimpi perjalanan ini telah terselesaikan..



Nb:# Terinspirasi saat berjalan dan memandangi Bangunan berlantai 2 dengan cat Hijau di Ujung Gang Stanjung menuju C3 Akutansi (pkul 03:11)

Rabu, 06 Juni 2012

Disini Aku


Kan kutunggu kau di dunia mimpi
Dengan riang tanpa gundah
Kan kunanti kau dengan senyum
Agar kau mengenal kasihku..

Kulukiskan bahagia untukmu
Berbingkai buram waktu
Sekian musim kugambarkan disana
Masih dengan daun yang jatuh

Takkan pernah cukup warnaku
Menggambarkan kenangan
Bahkan segenggam saja pelangi
Tak mampu kuselesaikan

Tapi kan kubangun perlahan
Sembari menantimu
Dari teras rumahku
Dari tepian rindu
Yang beratapkan harapan..



Disini aku menunggu
Masih dengan utuh cintaku
Tetap berputar bagai waktu
Disini aku merindu
Disini aku menanti balasmu..
 
Free Website templatesFree Flash TemplatesFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates