Sabtu, 09 Juni 2012

The Streets at Night in the Building C


Sesaat sebelum keberangkatanku, aku termenung memandangi jalan.
Ia yang akan membawaku pergi ke tempatmu belum juga menampakkan diri,
namun aku terus berharap, semoga dia datang lebih cepat dan aku bisa tiba sebelum fajar datang.

Dedaunan bergerak pelan, keemasan ditimpa sinar lampu.
Kutatap nanar cahaya di langit kelam,
tersenyum memikirkan engkau yang pasti tengah terlelap.

Kumulai perjalanan hitamku dengan sunyi di sepanjang jalan.
Mendung menjadi naungan, nafasmu sebagai penunjuk jalan.
Dan dalam gelap yang diam, tangisku pun mengendap.

Tujuanku tak bertanda, hanya embun sang nyanyian. Meninabobokan isakku, gema rindu di penjuru malam.
Hari ini kuluruhkan sudah, memang tak seindah senandung yang kau dengar kala mentari menyapa.
Namun puisi ini kutulis, sebagai suara jejak langkah yang tiada lagi berirama.

Aku selalu ingin membahagiakanmu, apapun yang terjadi padaku.
Suatu hari nanti, aku ingin engkau berada dekat.
Aku ingin engkau menemaniku, menatapku lekat.
Dan ketika itu pula, mimpi perjalanan ini telah terselesaikan..



Nb:# Terinspirasi saat berjalan dan memandangi Bangunan berlantai 2 dengan cat Hijau di Ujung Gang Stanjung menuju C3 Akutansi (pkul 03:11)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website templatesFree Flash TemplatesFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates