gemuruhnya menerobos tilam kelambu
kilau kilat terpantul di wajahmu
menerangi lengkung bibirmu
tempat aku tersedu menghabiskan waktu
tempat biasanya aku dengar desah senandung cinta.
Kudekap getar hujan itu yang menggigil di tubuhmu
kurasakan derap jantungmu memimpin satu lagu
orkestra yang disusun dari seribu rintik rindu
membiarkan gelisahmu mengembun di sudut matamu
dengan kecupan kutandai tiap jejak hujan
yang meninggalkan gemuruhnya di hatimu

0 komentar:
Posting Komentar