menari di antara genangan jingga
sebentar lagi malam
merekam jejak kita pada pualam
atau hanyut bersama kelam.
Tapi lirih suaramu seperti rinai hujan
seperti jejak yang membekas di rerumputan
mengajakku tenggelam
derai airmatamu kembali berkilauan
menggenangi tubuhku dengan kenangan.
Bukankah senja telah mengubur semua yang silam
malam datang dengan menggenggam rembulan
menyiapkan tempat untuk kita bersulang
lalu kita saling memandang
bintang-bintang yang ada di mata kita.

0 komentar:
Posting Komentar