Senin, 09 Juli 2012

Final

Untuk orang yang aku sayang
dalam kamar kost yang kecil ini ku tuliskan
sebuah ungkapan hati dan ketulusan
tentang rasa yang lama ku pendam
lampu hanya tersorot pada sebuah lembaran
bersanding pena hitam

Dear, Rika

lama sudah kita jarang menyapa
bentang waktu yang jauh antara kita
membuat aku rindu dan terkadang gila
Sesungguhnya aku takut untuk bicara
tentang perasaan hati yang memberontak
mencari kedamaian hati dalam jiwa
dari seorang yang terkasih,yang dia cintai dengan setulus jiwa..
Aku terjerembab dalam jurang asmara..
Tapi ku tak bisa berbuat apa-apa..
Aku hanya bisa terdiam, membisu dan memandang mu dari kejauhan..
Aku memang seorang pecundang..
Aku memang tak punya keberanian..
Untuk berusaha mendapatkanmu..
Untuk bisa hidup dengan orang yang aku kasihi sepenuh hati..
Sudah lama rasa ini ku simpan
dan tak sedikitpun tergoyahkan
aku mencintaimu dengan penuh kejujuran
walaupun aku sulit dengan ungkapan lisan
Mungkin hanya lewat lembaran kusam dan blog ini
akhirnya kau tau kejujuran dari hatiku
untukmu menanam kasih sayang
Aku mencintaimu,.
Aku ingin selalu berada disisimu..
Aku akan membuat kita berbahagia..
Tolong ajari aku..
Tolong tuntun aku..
Tolong Percayai aku,
Tolong beri aku sesekali saja kesempatan
Untuk bisa mengisi hatimu dengan hatiku seorang..

I know u dont believe in me...
But trust me, one day u will know how important me in your life...
Coz i need u and i will give u everything that i can give for u...
I dont need to test u coz i believe u will believe in me with ur own way...
U dont need to worry too about me...
While i can breathe, i will take care of u every moment in ur life...
And u dont need to worry too, i usually take care of myself...
I just need more time to turn my life...
Everytime with u, it's like i'm the only one who get the happiest moment in my life...
Everytime with u, it's like the rainbow in front of me, what a beautiful...
Everytime with u, it's like i get a new power, a power that can make me walking in fire...
Everytime with u, i cant wait the day after today to see what kind of happiness that u give to me...

Minggu, 08 Juli 2012

Seikat senja tentangmu..

Hujan ini menuntunku mengingatmu
Membasahi hatiku dan merindumu
Seakan mempertegas sebuah hal
Tentang kau…..
Ini bukan sebuah ketidakadilan
Tentang yang padanya kutitipkan rindu
Tapi tak pernah menitipkan rindunya di hatiku
Bukankah merindukan terkadang lebih dari sekedar menanti?
Bukankah mencintai diam-diam lebih indah melebihi penantian?
Mari bicara tentang kenyataan
Apa yang dipikir kadang tak pernah ”terpikirkan”
Yang terulur belum tentu bersambut
Mungkin kecewa….
Tapi buat apa?
Sementara hamparan sudah terbentang jelas sebelum dilalui
Sesuatu yang tersimpan itu biarlah tetap disana
karena aku sudah berjanji untuk menjaganya
Kau boleh tunggu sampai aku bosan memagari
Dan aku menanti saat kau jenuh menunggu bosanku
Siapa yang mampu bertahan?
Kau, aku atau kita?
Atau bahkan bersama-sama akan jatuh perlahan?
Tidak akan….
Aku boleh tersungkur di tanah
Tapi tidak denganmu…
Jangan pernah…
Aku boleh tersungkur atau bahkan tak bangun lagi
Tapi yang di hati tetap ku jagai
Tak kan ada orang lain yang bisa mengambilnya
Bahkan kau sendiri…..
Tetaplah berdiri tegak dan jangan pernah tertunduk
Bahkan pada saat kau merasa tak kuat lagi
Ingatlah bulan yang kita pandangi
Karena cahayanya mampu menghangatkan kedinginan
Dan indahnya sedetik itu
Akan mampu membuatmu lebih hebat
Bahkan pada saat kau merasa sudah tak punya tenaga lagi.
Ingatlah saat itu suatu hari nanti
Sekali saja….
Biarkan aku yang mengenangnya setiap hari
Setiap detik….
Bahagiaku sudah cukup
Walau hanya melihatmu di layar ponselku.....

Sabtu, 07 Juli 2012

Life is Meaningless Without You..

Bawalah hatimu kemana saja engkau mau
sesungguhnya cinta tertulus itulah cinta sejati
Berapa banyak tempat sudah disinggahi
namun kerinduan tetap pada kampung halaman
Api kerinduan meronta ingin selalu dekat denganmu
celaan itu hanyalah sebuah kesalahan
tidaklah aku berpaling darimu karena celaan
dan tidaklah aku berpaling darimu
kecuali sementara waktu saja
Kutinggalkan yang lain sejak kukenal cinta sejati
seolah-olah bekal perjalanan yang tiada habisnya
Seumur hidup kegembiraan ini tak dapat menutupi penyesalanku
karena telah terlupa darimu.
Seribu satu bayangan menawan hati setiap malam
jatuh cinta kepada yang ini
kemudian kepada yang itu
namun keesokan hari begitu cepat melupakannya
Dahulu hatiku hampa sebelum terisi cinta kepadamu
sibuk mengingat yang lain,
terlena dalam permainan
Ketika cintamu memanggil hatiku ia membalasnya
Kulihat ia tidak lagi berpindah ke lain hati
Teruskanlah cerita ini jika engkau mau
lupakanlah jika itu memang plihanmu
hatiku tidaklah baik kecuali bersamamu
sungguh aku kehilanganmu bila aku berbohong
sungguh tiada lain didunia ini yang lebih membuatku gembira
sekiranya seluruh keindahan ada di kota ini
namun akan terasa hampa
jika engkau lenyap dari pandanganku..

Jumat, 06 Juli 2012

Melukis Puisi di Matamu

Matamu sepasang coklat tua yang teduh. 
Memandangmu, seperti rindang pepohonan di tengah kolam seroja. 
Aku tercebur. Jatuh dan mencintaimu.
Dan cinta: berpendar dalam berjuta pixel warna. 
Memancar di percik cipratan air matamu.
Dan di sejuk tatapanmu, aku melukis puisi. 
Sebab di sana ada spektrum cinta. 
Membuat rindu seteduh biru lautan yang anggun menyusun ombak gemuruh. 
Membuat kecemasan membias ungu seperti langit malam menunggu bintang-bintang berlabuh.
Membuat harapan secerah mentari di jendela subuh. 
yang membuat merah wajah kita, 
setiap kali tak dapat menahan dahsyatnya ledakan jantung. 
Dan seikat pelangi mencercahkan seluruh warna dalam satu goresan senyum.
Bulu matamu yang lepas, 
biar kujadikan kuas,
hanya agar semua terlukis seindah rindu padamu. 
Kutahu tanganku tak mampu menoreh warna
selembut tatapanmu, 
menggoreskan kata 
selembut ucapan mu. 
Tidak juga mataku 
dan tidak juga mulutku.

Kamis, 05 Juli 2012

Moon of endless love..




Takkan lama lagi, sebelum dunia berputar dalam mataku. Mengharap dengan sangat akan sebuah ruang dalam diriku, dibatas malam ketika suaramu kudendangkan. selalu saja kuharap engkau, yang bersinar tatkala kabut menentramkan. Hati yang senantiasa bimbang, kepadamu aku bertanya. Adakah diriku terluka?

Takkan pernah kusanjungkan harap ini pada tebing-tebing yang lain, sedang puncaknya telah kujamah dalam mimpi. Hening belaka tempatku bernaung, mengucap resahmu dalam desah yang kau bisikkan. Begitu indah, begitu gundah. Kapan bisa kusertai perjalananmu? aku akan menunggu,meski akan selamanya..

Takkan ragu kusamaikan cerita indah ini di lenganmu. Dan kuembankan pula kasih sayang yang tiada terkira di kedua bahumu. Tidakkah kau ingin tahu, mengapa hatiku seringkali merindu?

Ah, sudahlah. Mungkin ini memang niscaya bagiku. Pandanglah langit ketika rembulan menjadi kelabu. Saat itulah aku kehilangan warna duniaku. Lukiskan untukku sebuah pelangi di sudut bibirmu, agar ku tahu kemana harus bertemu. Aku sanggup, menaburkan pagi dan berada di sampingmu..

Saatnya kita luangkan sedikit waktu. Untuk sekali saja menatap rembulan. Pernahkah engkau bertanya mengapa ia tak jenuh berada disana? menemani pengembaraanmu sepanjang malam pada jalan-jalan terjal. Pada bukit-bukit yang kabut, pada pintu-pintu yang tutup dan pada cinta-cinta yang diam. Pada gersangnya padang hatimu yang selalu mendentingkan kebahagiaan.

Dengan separuh nafas yang kutitipkan, harusnya  aku mendamba. Tak mengasingkan rindu dalam relung jiwa yang kita sandarkan kepada hujan. Gerimis pun mengukir garis-garis cerita. Pada bebatuan, pada embun dan kasihNya yang menerangimu tiada henti. Masihkah kau rasakan?
Takkan kuakhiri engkau dalam sanubari.

Di beranda engkau menyematkan purnama. Tanpa siapapun, kau suburkan halaman rumahku hingga penuh kebahagiaan. Ternyata masih ada yang lebih tangguh dari kerasnya hidup yang pernah kusaksikan dahulu. Dari sosok selembut engkau, aku belajar untuk kuat..

Mungkin engkau bukanlah embun yang pertama terbit di terali pagiku, bahkan menghuninya. Tapi engkau telah membawaku kembali dalam pelukan yang tak hanya menyadarkanku, tapi juga mencairkanku. Lewat tepian yang tak terlihat, engkau menjadikan segalanya begitu sempurna. Memupuskan kenanganku tentang padang rumput yang menghijau, hingga aku tak perlu bimbang untuk berkata..

Aku Mencintaimu....

Rabu, 04 Juli 2012

Dengan Apakah Harus Kutuntaskan Puisi

Dengan apakah harus kutuntaskan puisi
dengan menggoreskan luka di jari agar mengalir darahku
hingga setiap kata berdebar seperti jantungku.
Atau
dengan tetesan keringat yang membungkus punggungku
agar tahu puisi adalah kerja keras mencangkul di tanah cadas
setiap kata tumbuh dari ketulusan berkarya.
Atau
dengan airmata yang meloncat-loncat seperti huruf-huruf di papan ketik
mengikuti apa saja yang aku tulis, ia seperti sebuah perasaan
meloncat-loncat di dalam hati lalu meloncat keluar sebagai airmata.
Atau
dengan langkah-langkah kita menyeberangi jembatan ke jembatan
yang menyatukan seluruh musim dalam peta perjalanan
setiap kata adalah petunjuk di mana kita hadir bersama.
Atau
dengan senyuman yang membuat indah setiap pertemuan
dan pelukan hangat yang menyudahi setiap inci jarak.
setiap kata adalah perekat nafas kita ke dalam satu makna.
Atau
dengan ciuman sebagai tanda petik setiap kalimat cinta
kalimat yang melahirkan sajak-sajak yang mengalirkan sajak-sajak
sebab cinta tak pernah kehabisan sajak.

Selasa, 03 Juli 2012

Kalimat yang Tersembunyi

Bumi berputar tanpa suara
rembulan bersinar diam-diam
bintang-bintang berpendar tanpa nujum kata
malam bergeser tanpa gemuruh.
Kadang bibir tertutup rapat
kadang lidah kaku terlipat
kadang katakata hilang tersembunyi
tangan tak dapat menulis perasaan yang terkunci.
Kutatap matamu
terjun ke palung hatimu
Dan sejuta kalimat cinta
tak terucapkan olehku.

Senin, 02 Juli 2012

Pada Sosok yang Tak Semestinya


Seuntai nada sebelum tidur
mengantarkanku padamu
Entah di lelap yang mana
Atau mungkin kita berpaut nyata

Pada seberkas gema
Apakah kau mendengarnya juga?
begitu indah damai menyapa
Namun mengapa teramat jauh?

Bisakah esok datang terlambat?
Aku ingin sejenak meluapkan rindu
Pada sosok yang tak semestinya,
mungkin, kata mereka..

Aku ingin melepas gelisah
Sebelum hari mendendangkan kicaunya
Sebelum jingga kembali mengembara
Sebelum tiba saatnya..

Minggu, 01 Juli 2012

Sea

 *Suatu senja di Pantai Marina

Laut adalah gulungan hatimu di mana ombak-ombaknya kau jelmakan dalam getar,
menghanyutkan perahu jiwaku berlayar mengarungi dekapanmu yang tanpa akhir,
selalu bergemuruh menghempaskan cumbu pada karang rindu
di mana hasrat membuncah berderaian menjadi buih-buih kerling di sudut matamu.

Kerdip matamu ombak yang mengubah pasir pantai menjadi lembaran kertas putih dengan satu pesan:
laut adalah jalan hidupmu,
arungilah ia agar tak beku,
agar menjadi hangat bagai setangkup dekap.
Lalu kujalani laut,
laut pun menjadi genangan tinta biru yang tanpa bosan menuliskan bisik cinta di pesisir hatiku...

Sabtu, 30 Juni 2012

Juni di Rambutmu

Tiada kabut musim kemarau yang menyelimuti alis pagimu.
Juni di rambutmu masih basah,
masih menyimpan tetes dan rerumputan yang ditinggalkan hujan.
Dan setiap kutatap matamu lewat panorama di jendela,
aku menemukan lembah nan hijau, puspa warna, kicau lagu mementing  piano di pucuk-pucuk cemara, dan luruh gerimis.
Kulihat seikat pelangi tumbuh di bola matamu.
Dan hujan
menyembunyikan
semua jejak.
Kuberteduh menatapmu
memperhatikan bulir hujan
menetes ke dalam puisi..
Aku
terhanyut
bersama kesunyian
yang diselundupkan hujan
yang dibiarkan mengambang
dalam genangan
ilusi.
Dan hujan meninggalkan
hening
semua denting. Bening matamu selalu kuingat
ia adalah kolam sajak
seluruh kata yang menyembul
dalam bahasa hatiku..

Jumat, 29 Juni 2012

Invisible Dream..


Tentang kita masih sama.
Hanya seberkas cahaya yang kutangkap di sela kesibukan masa.
Hingga nada itu terpetik indah, kudengar parau suaramu memanggil.

Aku masih belum terlalu jauh, sungguh.
Aku masih ada di dekatmu, bersamamu.
Hanya saja kini sedikit berbeda...

Fajar pagi ini telah lama pergi menanggalkanku, begitu pula hujan.
Nafasku tandus dan kerotang, takkan sanggup menawar dahagamu.
Gersang dan berdebu, sunyi dan pilu.

Tenanglah, sedikit lagi kan kau temukan lautan.
Kelak mimpiku berlarian bagai gelombang, dan kan kembali padamu.
Hanya itu caraku mencintaimu, tanpa pernah terlihat. Tanpa pernah terbebas, tanpa pernah kumiliki..

Sehabis Hujan di Akhir Juni

Matahari berkilauan di daundaun kamboja
menari di antara genangan jingga
sebentar lagi malam
merekam jejak kita pada pualam
atau hanyut bersama kelam.
Tapi lirih suaramu seperti rinai hujan
seperti jejak yang membekas di rerumputan
mengajakku tenggelam
derai airmatamu kembali berkilauan
menggenangi tubuhku dengan kenangan.
Bukankah senja telah mengubur semua yang silam
malam datang dengan menggenggam rembulan
menyiapkan tempat untuk kita bersulang
lalu kita saling memandang
bintang-bintang yang ada di mata kita.

Kamis, 28 Juni 2012

Thundering rain

Hujan di malam akhir Juni
gemuruhnya menerobos tilam kelambu
kilau kilat terpantul di wajahmu
menerangi lengkung bibirmu
tempat aku tersedu menghabiskan waktu
tempat biasanya aku dengar desah senandung cinta.
Kudekap getar hujan itu yang menggigil di tubuhmu
kurasakan derap jantungmu memimpin satu lagu
orkestra yang disusun dari seribu rintik rindu
membiarkan gelisahmu mengembun di sudut matamu
dengan kecupan kutandai tiap jejak hujan
yang meninggalkan gemuruhnya di hatimu

Senin, 25 Juni 2012

Kamu adalah puisi indahku

Kutulis puisi sebab aku ingin. Kamu tahu kenapa?
Sebab karya dan segala keindahan lahir karena satu cinta..

Kamu..

Jumat, 22 Juni 2012

Dream Of The Sky

Selalu ada kesalahan dalam menjawab.. Tentang rintik hujan di kaca jendelamu..
Yang berembun menangisi tidurmu..Dan impian semesta dalam senyummu..
Betapa sayup kudengar suaramu..Doamu yang membeku di bilik waktu..Saat itu harap menjelma keajaiban..Sejatinya cinta ialah kau dan kekuranganku..Kepada jiwa yang bertanya-tanya..
Dengan lirih nafas yang menggema..Dari sini kunyanyikan selimutmu..
Kuterangi pepasir dalam langkahmu..Dalam jemarimu kugenggamkan pilu..
Tuk kau taburkan di pusaraku..Kelak bila tawaku memudar di pangkuanmu..
Kuburkan aku bersama rindu anganku..Bawa serta kebahagiaanmu..Bagilah sedikit untukku..
Sebab aku selalu bermimpi..
Dapat mengecupnya sekali saja seumur hidupku..
Bila sempat dan masih ada waktu..
Sudikah kau berjanji padaku?..Untuk beri ku kesempatan..
Yang kelak mendiami ruangku saat ini,nanti,dan mungkin selamanya..

Kamis, 21 Juni 2012

The Rain In Extended Dream.



Semarang 21 juni 2012...

Wajah langit muram terhimpit mendung..
Hanya wajah terdiam bersemu pasrah
Dalam doanya menanti kedewasaan mentari..
Agar awan hitam menghilang pergi..
Agar tetap kering alas berpijaknya kaki..

Maaf hujan...
Bukan aku yang tak ingin kau datang...
Atau enggan menikmati indah warna pelangi yang engkau janjikan....
Tapi lihatlah di ujung sana..
Ada jiwa yang terbungkus raga..
Tatap pula putih pucat parasnya..
menyerupai mahluk yang tak lagi bernyawa..

Dia adalah mimpiku...
Tatih langkahnya tertuju padamu..
Sirat mata yg di genggamnya pun untumu..
Untuk membasuh semu rindu yg lama kaku..

Hujan..
Aku mengerti jika kau geram..
Teramat paham jika kau pun dendam..
Karna doa yang ku panjatkan..
Buat rintikmu tertahan...

Nanti jika harapku sampai...
Atau dia telah dalam pelukan..

Luapkan Semua Amarahmu
Curahkan marahmu sesukamu..
Siramlah hari semaumu..
Kau Tenggelamkan bumipun..
Tak kupedulikan dirimu...

Mosque De Ja Vu


Aku tak menemukan kalimat yang tepat untuk mengawali semua ini, juga tak menemukan kata-kata untuk mengakhirinya. Maka kuputuskan untuk tetap tinggal..
Untuk terus bermimpi tentangmu...

Ingin aku menoleh sebentar saja, kembali merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Meski aku belum benar-benar mengerti apa makna yang sebenarnya...
Aku ingin terus hidup! Aku ingin merasakan indahnya penantian ,ingin merasakan damainya kesunyian..

Kesetiaan yang telah terukir dalam hatik
u, adalah suatu alasan mengapa kita diciptakan. Aku telah tahu sekarang, begitu juga dirimu. Meski aku juga tak tahu dimana tempatmu terlelap malam ini...
Masing-masing kita telah diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk bertemu, dan segala yang Dia berikan adalah suatu anugerah kan? Aku mulai bisa sedikit menerima semuanya...
Dan akan menerima semuanya..

Pelangiku,
aku berdiri di tempat dulu..

Tempat dimana kita
berjalan menerobos waktu, aku seakan melihat diri kita lagi. Semuanya berlalu begitu cepat, begitu cepat tanah ini menandus.. Begitu cepat kenangan itu pergi.. Tapi semangat dan keikhlasanku, takkan pernah hilang selama apapun waktu mengikisnya..

Dan kekuatanku kini hanyalah mengenang. Untuk kemudian bersiap akan sebuah perjumpaan di hari yang lain..

Senin, 18 Juni 2012

Flamboyan di Pelataran Candi

Yang jatuh dan tergenggam
di tanganmu
adalah bunga flamboyan.
Merah merenda jingga bercahaya
hiasan istimewa dari surga
untuk bidadari
di bumi.
Bunga elok memikat
ketika ku bayangkan itu terselip di ikat rambutmu.
Ketika mata kita bertaut
ketika aku menyimpan seraut wajah untuk kusimpan.
untuk sebuah bekal mendambamu,
dalam dunia cinta yang tak pernah habis untuk dinaungi.
Guguran flamboyan
berkilauan
menghiasi pelataran candi.
Seperti itulah jejak kagumku padamu.
Yang indah dan tergenggam di tanganmu
Adalah sebait puisi.

Sabtu, 16 Juni 2012

Piano

Hidup ini seperti piano.Berwarna putih dan hitam.
Namun,ketika Tuhan yang memainkannya,Semuanya menjadi indah.

Jumat, 15 Juni 2012

There is no hiding place for your smile


Tak ada tempat aman untuk sembunyikan senyummu.
Pada bungakah? Kupu-kupu datang, dan aku melihat senyummu memancar anggun. 
Pada daun? Angin berhembus, senyummu menari ke kanan dan ke kiri. 
Pada gerimis? Ah, matahari justru mengubahnya jadi pelangi. 
Semakin nampak betapa indahnya engkau tersenyum.
Tak ada tempat aman untuk sembunyikan senyummu. 
Bahkan ketika bibirmu rapat seribu bahasa dan hening mengunci setiap suara. 
Sunyi hanya memberi kesempatan pada kata untuk membebaskan diri dan menemukan isyarat pada alur tatapanmu.
Dan di sudut matamu yang kuntum, aku melihat betapa indahnya engkau tersenyum.
Maka berikan saja senyummu itu padaku.
Tanpa malu-malu, tanpa ragu.

Kamis, 14 Juni 2012

-_-

@KUBURAN DI UJUNG STANJUNG 

Walau aku mengerti, bahwa yang kulakukan salah.
Tapi entah kenapa, aku mencintaimu..

Sabtu, 09 Juni 2012

Masih adakah waktu?



Aku tak sanggup menunggu waktu yang menyela..
Yang terus menghalangi kapak sayap ini untuk pulang..
Aku tak mampu menunggu lebih lama..
Sebab waktu bukan janji...

Mungkin, setelah angin menemukan apa yang ia cari..
Ia akan tersenyum dan tak pernah melepasnya pergi..
Sebab kita tahu, kita mengerti..
Bahwa saat bersama kebahagiaan selalu ada di hati..
Mendamaikan tiap kekosongan yang perlahan mati

Mungkin juga...
Setelah perpisahan atas pertemuan nanti..
Sebatang pohon itu akan rapuh..
Dan hembusan angin kan membuat mata kita tertutup..
Meneteskan air mata pedih saat ranting satu per satu jatuh..
Tepat di hadapan kita yang tak sanggup mengadu..

Melepas kenangan yang teramat membekas...

Cinta, masihkah ada waktu sedikit saja tersisa untuk kita?

The Streets at Night in the Building C


Sesaat sebelum keberangkatanku, aku termenung memandangi jalan.
Ia yang akan membawaku pergi ke tempatmu belum juga menampakkan diri,
namun aku terus berharap, semoga dia datang lebih cepat dan aku bisa tiba sebelum fajar datang.

Dedaunan bergerak pelan, keemasan ditimpa sinar lampu.
Kutatap nanar cahaya di langit kelam,
tersenyum memikirkan engkau yang pasti tengah terlelap.

Kumulai perjalanan hitamku dengan sunyi di sepanjang jalan.
Mendung menjadi naungan, nafasmu sebagai penunjuk jalan.
Dan dalam gelap yang diam, tangisku pun mengendap.

Tujuanku tak bertanda, hanya embun sang nyanyian. Meninabobokan isakku, gema rindu di penjuru malam.
Hari ini kuluruhkan sudah, memang tak seindah senandung yang kau dengar kala mentari menyapa.
Namun puisi ini kutulis, sebagai suara jejak langkah yang tiada lagi berirama.

Aku selalu ingin membahagiakanmu, apapun yang terjadi padaku.
Suatu hari nanti, aku ingin engkau berada dekat.
Aku ingin engkau menemaniku, menatapku lekat.
Dan ketika itu pula, mimpi perjalanan ini telah terselesaikan..



Nb:# Terinspirasi saat berjalan dan memandangi Bangunan berlantai 2 dengan cat Hijau di Ujung Gang Stanjung menuju C3 Akutansi (pkul 03:11)

Rabu, 06 Juni 2012

Disini Aku


Kan kutunggu kau di dunia mimpi
Dengan riang tanpa gundah
Kan kunanti kau dengan senyum
Agar kau mengenal kasihku..

Kulukiskan bahagia untukmu
Berbingkai buram waktu
Sekian musim kugambarkan disana
Masih dengan daun yang jatuh

Takkan pernah cukup warnaku
Menggambarkan kenangan
Bahkan segenggam saja pelangi
Tak mampu kuselesaikan

Tapi kan kubangun perlahan
Sembari menantimu
Dari teras rumahku
Dari tepian rindu
Yang beratapkan harapan..



Disini aku menunggu
Masih dengan utuh cintaku
Tetap berputar bagai waktu
Disini aku merindu
Disini aku menanti balasmu..

Senin, 28 Mei 2012

Kenalilah Aku

Pelangiku,
kenalilah musim hujan yang basah
dan kemarau yang meranggaskan daun-daun kering
di sepanjang hari dalam dua belas purnama
karena cintaku bersemi di dua musim
kenalilah gelisah angin di antara buluh-buluh bambu
yang meliuk ke kanan dan meliuk ke kiri
yang menggemerisik di antara sunyi
karena ada bisikan tentang gelisahku
ketika senja turun di bukit-bukit tak berpenghuni
ada rona yang dilukiskan pada latar langitnya
merah membara dan kadang-kadang lembayung
kenalilah warnanya yang disapukan dari rinduku
Pelangiku,,
malam-malamku adalah catatan tentang cinta
dinginnya menghangatkan dan memberi aroma rasa
aku jejaki purnama yang tenggelam di antara awan
dan aku ingin terbenam bersama cinta yang kau bawa

Minggu, 27 Mei 2012

Efflorense (Memekar..)


Teruntuk sebuah nama yang tertidur, namun gelisah dalam rindu. Teruntuk seukir senyum yang memekar, tapi tiada pernah sanggup bertahan biar tak memudar. aku mencintaimu sederas hujan, sedingin malam yang kini menyenggamai belulang. Aku mengasihimu lebih dari mentari yang berkicau di sudut pagi, yang mengeringkan embun tanpa pernah membasuh segala janji.

Derap langkahmu bergema dalam pikiran, gaung suaramu masih dapat kuhirup damai. Kasih, bila jarak yang memisahkan bukanlah alasan untuk kau rundukkan langkah, maka berilah aku ruang untuk menapak. Legam sudah jejak di rimbun tanah, aroma gerimis yang menidurkan danau, tepiannya meranggas tanpa arah. Hilang tanpa patah, merdu tanpa suara..

Bersamamu, keajaiban itu. Mendekap erat dan meruntuhkannya dalam musim. Dapatkah kau rasakan? Kebekuan dari malam-malam panjang tanpamu, seorang. Bayangku menyelinap diantara tidurmu, membelai keningmu sembari menyematkan sebuah kecupan lembut, tanpa kau sadari, sebab engkau masih sebuah mimpi..

Kan kureguk segala asa demi mendengarmu mengalunkan sepi, merubahnya menjadi sebuah melodi yang mematahkan heningnya gulita. Kau biaskan senja dari balik rerumputan, kemudian berbisik tentang sebuah masa yang samar. Ah, betapa ingin kubenamkan air mataku dipelukanmu, betapa ingin kuhujamkan cinta yang dalam ini bersama getar jantungmu..

Cinta..

Rabu, 23 Mei 2012

When you're sick..

R; iuuuhh..Nyesek bgt..
Jlebb..

Cepat sembuh, pelangiku
malam tanpa angin
tanpa bisik-bisik daun dan ranting
bila bibirmu kelu dan kering.
Cepat sembuh, pelangiku
bulan samar dan redup
cahaya terperangkap kabut
bila matamu sayu dan hening.
Cepat sembuh, pelangiku
langit kelam dan kusam
hati gelisah dan tenggelam
bila wajahmu pucat dan terbaring.
Sebutir kapsul segelas doa
sepeluk kasih sekecup sayang
semoga cepat sembuh, pelangiku
mata dan hatiku berjaga untukmu.

Jumat, 18 Mei 2012

A volcanic Love

Ada bara pada cinta yang gemuruh di jantungku.
Sebongkah niat, segunung hasrat.
Bibirku merangkum sejuta getaran dalam satu isyarat.
Lihalah pendar-pendar api di mataku.

Setiap rayu adalah aksara yang terbakar. 
Lava cinta meleleh dari matamu menuruni jurang yang membelah hatiku. 
Denyut nadi tak meredakan gejolak jantungku. 
Magma tak habishabisnya bergolak. 
Memuntahkan vulkanik rindu ke langit semesta. 
Bila debu rinduku menghalangi pandangmu,
itu semata-mata aku ingin memenuhi matamu dengan kata cinta.
Aku tak bisa berhenti menyemburkan cinta di tubuhmu, sejuta cium dan peluk, memenuhi 
lembah-lembahmu, sungai-sungai hatimu. 
Tak bisa berhenti hanyut, dalam denyut di nadimu. 
Aku meleleh dalam hidupmu. 
Menciptakan kawah-kawah rinduku yang baru..

Selasa, 08 Mei 2012

UNREQUITED LOVE

Raditia Dika :
Pada akhirnya orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak sesungguhnya kita butuhkan. dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanya merelakan. orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, Jatuh cinta sendirian..


W:
Hidup ini singkat..
Tidak ada waktu untuk meninggalkan kata-kata penting tak terkatakan

Malam Rindumu dan Pikiranku

Bulan. Bias cahaya melukis malam jadi taman. 
Kubayangkan kau di sini, di pangkuan.
Memetik angin mendawaikan lagu, seirama detak jantung memperjelas rindu. 
Pemandangan selalu lebih indah, ketika tatap matamu bersinar di pangkuan. 
Mungkin kautitipkan kerling matamu pada embun.
Kukecup keningmu pada setangkai kuntum.Jarak. 
Aku mencintaimu, maka rindu menjadi pertemuan paling indah ketika kamu tak di sisiku. 
Suaramu musik yang membebaskan aku dari sepi. 
Gemuruh. Aku dengar ombak di kejauhan, bagai ritmis jantung berdebar memecah sunyi. 
Memenuhi teluk hatiku dengan gemuruh laut yang tak pernah henti. 
Sebab hanya rindu mampu menyempurnakan percakapan kita, yang kadang tak bisa diakhiri dengan ciuman.
Malam lebih panjang. 
Memikirkan kamu seorang. 
Di balik cerahnya bintang, kaukah mengarahkan kompas hatiku. 
Untuk kutemukan doamu yang kautitipkan pada langit jauh. 
Jejakjejakmu melindungi setiap kenangan, menciptakan bayangan yang berjaga di lensa mata. 
Sungguh, aku rindu kamu..

Jumat, 04 Mei 2012

Diary

Di kertas hatiku
kamu boleh menulis apa saja
apa saja, kata-kata berserakan, catatan harian
graffiti kehidupan. Kamu
boleh mencoret-coretnya
sketsa pagi dan taman berjuta warna
senja dengan hembusan pawana
atau malam gelap gulita. Atau
menggambar jejak-jejak kita, sebuah perjalanan
musim yang silih berganti tanpa kesudahan
prasasti tentang serangkaian kisah.
Tulislah apa saja, sesukamu
hati ini adalah buku harianmu.

Selasa, 01 Mei 2012

When I saw You

Aku sedang memandangmu
di bawah bulan setengah lingkaran
membaca selaksa kata di matamu
menafsirkan sirat cinta.
Maka ketika kau memandangku
aku tahu, kau bulan yang jatuh di wajahku
kau yang selalu di wajahku
menuliskan pendarpendar cahaya
petunjuk bagi langkahku
menelusuri jalan setapak di hatimu
langit yang selalu membukakan pintu
untuk pulang kepakkepak sayapku.
Di bawah bulan yang mengambang
di pematang alis matamu
ribuan kata tertutup embun dan kulihat wajahmu
merunduk menggenggam bulir rindu.

Kamis, 26 April 2012

Want Once Poetry Writing

Ingin sekali menulis puisi pada lembaran awan
angin menggiringnya ke pinggir senja
mengubahnya menjadi hujan
kubayangkan engkau di sana, duduk menanti
seikat pelangi yang kuuntai.
Ingin sekali menulis puisi di atas gelombang laut
arus menghanyutkan ke celah teluk
merombaknya jadi ombak bertaut
kubayangkan engkau di sana, duduk menanti
riak rindu yang kurangkai.
Ingin sekali menulis puisi dalam keheningan
malam melarutkan dalam tidurmu
menjadikannya mimpi indah
kubayangkan engkau di sini, rebah dalam dekapan
menyimak kalimat cinta terhampar di dada.

Rabu, 25 April 2012

Kata Pengantar Sebelum Tidur

Aku tak bisa menyusun kata
penutup yang indah
untuk mengakhiri percakapan
hanya bisa kutatap matamu
sampai embun.
Bahkan bintang-bintang telah
bergugur
tetapi aku enggan tidur
sibuk menganyam bait demi bait kasih di rambutmu
seribu musim merajut singgasana
di atas kelambu
bukankah malam adalah istana
tempat paling megah
di atas bumi
engkau dan aku selalu bersanding
berbagi cerita berbagi puisi
berbagi mimpi

Kamis, 19 April 2012

Lelaki Untukmu..

Mungkin memang salah rasa yang terpatri,
Mungkin memang hakikat aral tak kuasa terhenti
Cinta bukanlah sekedar kata..
Ia hadir bahkan saat memejamkan mata
Pernah ingin kulupa satu masa
Namun tak bisa…
Padahal aku tahu kau jiwaku
Padahal kau tahu aku detak jantungmu..
Telah ada cinta disana..
Mencorak indah dibatas cakrawala
……………………………………………
“Saat ini aku hanya ingin berada di dekatmu..
Dalam doaku nanti kau kembali
Sebab melati menggenang air mata
Dan bahagia ini takkan sempurna
Kau masih ingat saat kita mengajak kabut bermain?
Saat kita berlari dan mentari menjemputku pulang?
Air mata kita menjadi embun..
Jatuh diantara pucuk-pucuk dedaunan..”
Sajak itu kutulis 3 bulan yang lalu, entah untuk siapa.Sejak saat itu hidupku hanyalah harap, tidur dan bermimpi, atau bangun dan mengejar mimpi-mimpi itu. Saat itulah aku sadar, bahwa nanti atau bahkan hari ini, segalanya telah hilang dan waktu kan memulai segalanya.

Maaf, mungkin saat itu aku tak berani mencinta. Mungkin saat itu aku masih ragu, namun jujur aku tahu, aku membutuhkanmu. Jauh melebihi apapun, sebab bertahun-tahun hati ini beku. Kau tahu, bahkan bagimu kurela mempersembahkan lentera yang menghangatkan hatiku. Karena sungguh selalu ada kebekuan disana. , sebab lenteraku disulut gelembung cinta yang sama.

Hingga akhirnya tanyaku merapat pada sebuah dermaga, dimana rindu terjawab dan malam menggenapi purnama. Saat nirwana membuka pintu-pintu langit utara, dan senja menyiram merpati dengan kemilaunya. Entah, aku merasa damai disini, padahal tak sebanding dengan kejora-kejora yang sempat kulayari. Biarlah, bila penderitaan ini tak seharusnya kulayani. Yang kutahu aku bahagia, itu saja.

Jujur, terkadang rasa ini sempat singgah. Namun kutahu kemana aku seharusnya kembali. Hingga suatu hari kusulam kelopak-kelopak mawar tuk selimuti mimpimu. ya… bahkan dalam lelap mampu kuutarakan semuanya. Itulah sebab mengapa aku memilihmu sebagai pendamping, bukan teman…



Jangan kau tanya mengapa temaram ini cepat sekali berlalu, kuyakin kau tahu batas sabar yang tak lagi dapat kubendung. Bersamamu, selalu… mungkin jua telah tertaut sejak dulu,. Ingin sekali rasanya menangis bahagia, namun itu takkan pernah cukup. Kutahu rasaku salah, namun aku takkan mau mengerti

aku mencintaimu dan itu telah cukup. takkan kucoba tuk berubah apalagi meninggalkanmu.

Dapatkah kau rasakan aku di pelukanmu? aku disana sekarang, :’D

setidaknya… aku berharap ada disana.. :’(

Aku ingin menjadi insan yang kau rindu, seorang lelaki yang mampu menjagamu tanpa rasa takut. Tanpa ragu akan waktu yang pasti kan memisahkan kita satu demi satu. Biarkan aku tinggal, Kan kudekap batinmu dan berbisik tegar “kita akan bahagia, Kita pasti bahagia suatu hari nanti, percayalah..” aku tahu, saat-saat itu takkan pernah ada… aku tahu takkan bisa mendiami gema hatinya selamanya.

Ia milik orang lain …. Bukan aku..



”Besok kapalku kan berlayar lagi” bisikku sambil membelai rambutnya malam itu.


Mungkin nanti, kau kan temukan jalan untuk kembali. Begitu juga aku. mungkin takkan kau lihat lagi aku di persimpangan jalan, Yang menunggumu dengan mata berbinar. . Mungkin takkan ada lagi malam yang berpuisi untuk tidurmu, Dan mungkin takkan ada lagi kisah terindah layaknya dulu. Namun, kan selalu ada hati yang tak henti merajut rindu dalam doamu, percayalah..

Dan musim ini telah tiba, hari terakhirku rapatkan redup mataku. Kutitip hati ini, biarkan ia merekam doamu, Dan aku pun akan merasakannya, suatu hari di tempat yang kita tak tahu…

Selasa, 17 April 2012

Menjadi Embun di Sudut Matamu

Malam di sisimu
terjaga dengan ciuman semerah saga
seolah mimpi baru dimulai
mentari bergelayut di dedaunan
kamu bergelayut di dada
menyeduhkan dekap kehangatan
lihatlah, embun di lengkung kelopak mawar
berkilau menjelma bianglala.
Secercah pagi
kuyakinkan padamu dalam bingkai jendela
seberkas sinar kubukakan untukmu
langit menghamparkan lembaran biru di kakimu
padang sajadah, tempat doadoa ditanam diranumkan
tempat langkah kita tumbuh menjadi ilalang cahaya
bunganya bertaburan memenuhi semesta.
Lihatlah
burungburung berterbangan itu
ramai berebut cahaya
bukankah nyanyiannya senantiasa kita dengar
di saat fajar?

Minggu, 08 April 2012

Journey to the heart

Rerumputan menyirat
jejakjejakmu jadi jalan setapak
Aku menuju hatimu dengan setangkai sajak
yang kupetik dari perjalanan berliku
bukankah selalu kutanam perdu
penawar rindu.
Embun-embun menyukai telanjang tapak kakimu
ketika kau melintas jalan setapak
rerumputan menjaga jejakmu tetap basah
seperti butir airmata yang enggan jatuh dari bulumatamu
bagaimana pun aku memunguti jejak itu
menyimpannya dalam sebuah sajak
lalu kuikuti ke mana kata pergi mengembara.
Bukankah hatimu kampung halaman
dari seluruh sajakku
tempat aku mengembara dengan segala perbekalan
Cinta.

Sabtu, 07 April 2012

Untitled..




Kulangkahkan segenap ragu ini,rasa ini sungguh rumit adanya
Mungkin aku salah..
maafkan aku bila aku mencintaimu..

Asa itu datang,dan aku merasa bahwa aku harus tetap menulis..menggoreskan semua perasaan yang aku sendiripun tak tahu,dan aku berharap akan ada makna yang kudapat dari goresan samar itu.

Aku akan terus mencarimu..

Mungkin air mataku takkan pernah cukup dan utuh.. Bagimu,semilir angin kecil yang mengingatkanku tentang sebuah senja di sudut petang yang daunnya berguguran.Tentang luasnya langit kebahagiaan yang hilang memudar..lepas.Mengering dan jatuh di pelukan malam yang detaknya berhenti.dimana seorang hamba berdo`a tanpa henti... mempersembahkan hati dan tangisnya .. serta yang terbaik yang ia punya hingga tak lagi tersisa apa-apa...

Doa yang berlepas meninggalkannya dengan bimbang..
Usah kau risau,gumamnya...
Langit telah letih menunggumu..
Kembalilah padanya...

Atas nama ketulusan ia mencinta,memberi segenap kekuatan yang belum tersampaikan..
Agar tak menjadi sebuah kesia-siaan yang mungkin bisa ia rasakan..

Jendelaku begitu berkabut pagi ini.. masih adakah setetes gerimis yang mengembuninya.. sebagaimana dulu saat kau membersihkan dedaunan di sela pedihnya malam, diantara risauku yang tak kunjung padam dalam remangnya lilin di rumahmu.. Aku hanya ingin memejamkan mata untuk selalu menyayangimu.. Mungkin kau tak ingat betapa bahagianya aku saat melihat kau tersenyum.Waktu adalah cerita yang harus pergi.meski kita telah menitipkan begitu banyak keajaiban kecil yang membuat kita mampu tertawa.Dalam harap,dalam diam.. kita tak pernah tahu mengapa kita terluka.

Hingga suatu hari kita jatuh dan amat terluka. Saat itu aku sadar bahwa kita tak lagi bersama.Tak ada orang di sampingku,yang selalu memapah pundakku sambil tersenyum.Membagi seluruh kekuatannya agar aku bisa bertahan.Terkadang aku merasa begitu kecil di depanmu.Sedangkan diri tak memiliki apa-apa untuk berbagi denganmu.Hanya jemari yang tulus menggores namamu pada tiap sudut kertas hariku yang kelabu.Tinta emas yang kugores jauh di senja itu,adalah waktu kita.. kini tak kukenali lagi rintiknya yang hening.Ia tak berbicara apa-apa.Juga tentang masa lalu kita.Dan aku tahu ia menangis atas hilangnya segaris tawa yang selalu mengisi kekosongan warna dan seburat awannya yang rapuh..Pulanglah,Rika... mereka menunggumu...

Semilir yang beku.Tak membisikkan takdir yang harus kulepas hari ini.
Tidak,aku takkan lelah menunggu,Pelangiku... aku akan selalu menunggumu...
Dalam sunyi lorong kepedihan,
Aku akan menangis...
Jika itu bisa membuat hatiku tenang..lalu akan kuserahkan semua padaNya.. hanya Dia yang bisa melahirkan kembali keajaiban-keajaiban kecil itu...
Kembali pada kita yang kini telah dewasa.yang telah mengerti bagaimana rasanya kehilangan segalanya. Gitar tua yang kumiliki telah banyak bercerita.Kadangkala aku memetiknya tanpa sadar.walau aku tak tahu bagaimana cara memainkannya.Begitu hening..
seutas dawai yang harus terputus di tengahnya..

Sungguh tak ingin ku menjauh selangkahpun dari kabut itu.Meski mataku telah perih, aku kan tetap bertahan untukmu.Dan segala yang kita janjikan akan selalu aku ingat.Aku benar-benar ingin sekali menoleh sejenak ke belakang.Berharap ilalang di tanganmu berkibar dan menerbangkan awan-awan putih yang kembali tumbuh di rerumputan.Memberi kehidupan bagi bumi yang tak lagi disinari pagi.Semoga apa yang menjadi harapan kita saat ini,dapat memberi sesuatu yang semua manusia harapkan...

kau tak pernah tahu bahwa aku pernah melihatmu menangis.Mengapa tak pernah kau tunjukkan air matamu padaku? Aku tahu,mungkin kamu tak ingin melihatku ikut bersedih.Tapi aku ada...Aku akan selalu ada dan itu hanya kulakukan untukmu.Mungkin,aku memang bukan orang yang baik.Tapi Aku hanya ingin memberikan semua yang bisa kuberikan untukmu..
Demi bahagiamu..

Jangan pernah berhenti untuk terus menata bintang.Menggoreskan gerimis-gerimis kecil di telapak tangan karena kita tahu bahwa suatu hari kita akan lupa. Pada senja, dan ranting yang mengering dalam coretan dedaunan. Waktu kiita mungkin nanti akan tiada,dan mungkin tempat kita kan berbeda.. Aku merindukanmu seperti aku merindukan surga dalam purnama yang terlupa.Hilang dalam ingatanku yang selalu terhapus oleh tangismu.

Esok hari..
Mungkin aku akan beranjak pergi.Bukan untuk melupakanmu.Tapi untuk mencarimu.
Aku takkan memutuskan dawai itu lagi.Kali ini aku harus mencari ombak untuk menyatukannya.Meski fajar mungkin tidak merestui kepergianku.Karena Ia tahu bahwa aku mungkin akan gagal..Ia tahu bahwa ia takkan bisa mendengar suara kita yang bergema dalam kesunyian lagi.

Ya Tuhan,berikanlah kebahagiaanMu pada suara kecilku yang memanggil namanya.Kuatkan hatiku untuk selalu tersenyum seperti dulu,. Karena itulah bekal yang dapat aku tunjukan saat aku menemukannya..
Dan aku akan merasa sangat bahagia,karena apa yang tersisa dari sayap kupu-kupu itu,kini telah menjelma embun yang menyejukkan dirinya..

kubalikkan tubuhku sejenak.Kutatap kembali bangunan ibadah yang megah itu dengan pedih. Bangunan itu pernah mendengar suara kita beberapa waktu yang lalu.Dan mungkin ia masih menyimpannya..entah di sela kaca dan langit-langitnya yang berkilau,entah di lembaran buku kisah yang tak pernah selesai kutuliskan.Hingga kini sang putih berubah hitam kecoklatan.Mataku mengembun...

Alam mengiringi kepergianku dengan diam.Pepohonan merunduk,ayunan di dahannya berhenti berayun,angin bertiup pelan menerpa wajahku yang tersenyum beku.. "aku akan merindukan kamu.." gumamku. Tapi alam tetap diam.. aku menundukkan wajahku dalam-dalam dan menangis.Gerimis perlahan turun mengusap air mataku.. "jangan menangis" bisiknya. Aku akan menemanimu sampai nanti.. , aku,kamu,dia,senja dan juga mentari itu.Bukankah kita pernah bermain bersama-sama dulu?Sehinga kita menyebut dia Pelangi? Karena Dialah yang mengindahkan hidupmu dengan warna cantiknya..
Aku mencoba tersenyum,tapi air mata itu masih terus mengalir..
Gerimis tersenyum dan perlahan berhenti..
selamat tinggal,Pelangiku..
semoga kau menemukan kebahagiaanmu di sana...
aku akan terus mencari dan menunggumu dalam rindu.
Sebuah pengorbanan yang tulus untuk seraut Warna yang semu..
Di tempat yang aku dan mereka pun tak tahu..
dan bila suatu saat kita tak lagi bisa bertemu,..
Pelangiku...
izinkan aku menangis untuk selalu mengingatmu...

Rindu dalam diam


Kubaca petikan sebuah kisah, tentang kita yang t`lah lama tercatat, namun tak pernah kutuliskan...
Tak ada yang tahu sebab takdir digariskan, sebab do`a dipanjatkan dengan penuh ketabahan..
Mewarnai langit subuh tanpa bintang berembun kabut...
Mengeja langkah udara senja yang pergi menjauh….

Mentari menabur cahaya pada kelopak anggrek putih...
Yang menangis karena mimpi akan tiada yang abadi..
Tak setangkai pun heningnya mati..
Terjaga, jatuh, dan berdiri kembali...

Tersenyumlah meski raut ku tiada kau lihat...
Pelangiku,
Aku merindukanmu disini.....

Bertaburan layaknya awan-awan pagi..
Menembus rasa menebar cinta dalam kata..
Nafasku ini milikNya..
Namun telah kubagi separuh untukmu, pelangiku...

Dan saat inilah...
Waktu diriku bernostagia...

Meniup sisa kenangan lembar demi lembar..
Jatuh ke peraduan yang entah kan berdentang
Kisah tentang kerinduan , air mata dan kebahagiaan
Kini hanya dapat aku impikan...

Pantaskah hariku berharap?
Layakkah malam yang meratap.
Mengayunkan langkah dalam rentangan yang terlepas..
Tersembunyi dalam samudra tak berbatas...
Tak terlihat dalam keruh menghitam angkasa..

Aku merindukanmu
Meski rindu ini terdiam tak tersampaikan…

 
Free Website templatesFree Flash TemplatesFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates